Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Penguatan UMKM di Desa Bilebante Hadirkan Ekosistem yang Saling Mendukung

Irvan Sihombing
24/2/2026 13:49
Penguatan UMKM di Desa Bilebante Hadirkan Ekosistem yang Saling Mendukung
Kegiatan ini digelar di lahan pasar tematik milik pemerintah desa yang berada di tepi jalan raya, sehingga mudah diakses masyarakat yang ingin membeli takjil dan hidangan berbuka puasa.(Dok. Istimewa)

SEMARAK Bazar Ramadan yang digelar di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi momentum penguatan ekonomi desa berbasis UMKM.

Bazar yang melibatkan 40 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut dibuka oleh istri Gubernur NTB, Shinta Agathia Soedjoko, bersama Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB Dr. Baiq Mulianah, camat, serta kepala desa setempat dengan seremoni pemukulan kentongan.

Kegiatan ini digelar di lahan pasar tematik milik pemerintah desa yang berada di tepi jalan raya, sehingga mudah diakses masyarakat yang ingin membeli takjil dan hidangan berbuka puasa. Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bersama Inotek dan mitra lokal menyelenggarakan pada Minggu (15/2/2026).

Beragam kuliner khas Suku Sasak ditawarkan para pelaku UMKM, mulai dari jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut, hingga ayam rangkat khas desa tersebut. Untuk bertransaksi, pengunjung terlebih dahulu menukarkan uang dengan kepeng kayu di pintu masuk bazar. Sistem ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memudahkan pemantauan omzet penjualan.

Shinta Agathia yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB berkeliling meninjau produk-produk yang dipasarkan. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bazar tersebut untuk berbelanja sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal.

“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) di sini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (24/2/2026).

Penanggung jawab Semarak Bazar Ramadan, Triyanto, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberdayakan UMKM binaan dari sektor makanan, kerajinan tangan, hingga jasa pijat kesehatan yang telah memperoleh pelatihan profesional.

“Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus, dan juga Bilebante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” katanya.

Kolaborasi SETC dalam mendukung perkembangan UMKM di Desa Bilebante dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan. Salah satunya melalui program Collaborator Hub Koperasi Wanita Putri Rinjani yang dipimpin Hj Zaenab, yang membina sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante serta desa sekitar seperti Lendang Are dan Ungge.

Sejak 2023, berbagai pelatihan telah diberikan, mulai dari fotografi produk untuk meningkatkan daya tarik visual, pelatihan menjahit dan pembuatan pola, hingga digital marketing agar pelaku usaha mampu memasarkan produknya secara daring.

Kolaborasi tersebut juga menyasar peningkatan standar layanan di sektor jasa. Terapis urut lokal yang sebelumnya beroperasi secara tradisional telah mendapatkan pelatihan dengan standar pariwisata agar lebih profesional dalam melayani tamu hotel dan wisatawan.

Selain itu, bazar menjadi wadah pemasaran langsung bagi UMKM untuk menjual makanan, minuman, hingga produk kerajinan tangan, sehingga tidak hanya bergantung pada kunjungan wisata reguler.

Inisiatif ini sekaligus mengaktifkan kembali lahan desa yang sebelumnya terbengkalai selama lima tahun menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara potensi pariwisata lokal dan penguatan kapasitas usaha kecil berbasis pemasaran modern.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kolaborasi SETC dengan mitra lokal dalam mendorong pemberdayaan UMKM desa wisata. Ia berharap kemampuan pelaku UMKM di Desa Bilebante terus meningkat sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.

“Tadi kita lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless,” katanya.

Kegiatan Semarak Bazar Bilebante dinilai semakin menguatkan aktivitas ekonomi desa wisata di NTB. Jika model serupa diterapkan di 1.166 desa dan kelurahan lainnya di wilayah NTB, inisiatif ini berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini pembelajaran yang sangat luar biasa bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” harapnya. (I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya