Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Naik 21% di November 2025, SPMT Pacu Kecepatan Layanan 44 Terminal Pelabuhan

Yoseph Pencawan
30/12/2025 23:19
Naik 21% di November 2025, SPMT Pacu Kecepatan Layanan 44 Terminal Pelabuhan
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mencatat kenaikan produktivitas layanan pelabuhan nonpetikemas sebesar 21,52% hingga November 2025.(Dok.Istimewa)

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mencatat kenaikan produktivitas layanan pelabuhan nonpetikemas sebesar 21,52% hingga November 2025. Peningkatan kinerja itu dicapai seiring upaya SPMT mendorong standardisasi dan transformasi layanan.

SPMT mengakselerasi kinerja layanan melalui kebijakan terminalisasi yang diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah operasional. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kecepatan, keandalan serta kualitas layanan kepada pengguna jasa pelabuhan.

Terminalisasi dilakukan dengan mengubah fungsi fasilitas pelabuhan dari layanan barang umum menjadi terminal khusus yang melayani angkutan curah cair, curah kering, kendaraan, maupun RoRo. Kebijakan ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.

Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal Arif Rusman Yulianto mengatakan, terminalisasi menjadi inisiatif strategis perusahaan untuk meningkatkan kinerja layanan yang membutuhkan kontrol, keamanan dan konsistensi tinggi. "Terminalisasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas pelabuhan dan memperkuat kepercayaan pengguna jasa," ujarnya, Selasa (30/12).

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Pelindo Multi Terminal memperoleh Surat Keputusan Pengoperasian Fasilitas Pelabuhan pada November 2025. Keputusan itu mengesahkan perubahan fungsi sejumlah terminal dari layanan barang umum menjadi terminal khusus.

Terminal yang memperoleh izin operasional baru antara lain Terminal Curah Cair 3 dan Terminal Curah Kering MTP01 di Branch Bumiharjo Bagendang yang diterbitkan oleh KSOP Kelas IV Kumai. Izin serupa juga diberikan untuk Terminal Curah Kering Mooring Bouy Bosowa dan Mooring Bouy Indocement Branch Lembar oleh KSOP Kelas III Lembar.

Hingga November 2025, terminalisasi telah diterapkan di 44 terminal yang tersebar di 14 branch Pelindo Multi Terminal Group. Lokasi tersebut meliputi Belawan, Dumai, Bengkulu, Pontianak, Panjang, Teluk Bayur, Tanjung Intan, Tanjung Emas, Gresik, Jamrud Nilam Mirah, Lembar, Trisakti, Bumiharjo Bagendang dan Makassar.

Implementasi terminalisasi berdampak langsung terhadap kinerja operasional pelabuhan. Selain peningkatan produktivitas Ton/Ship/Day sebesar 21,52%, SPMT juga mencatat percepatan waktu sandar kapal atau port stay sebesar 21,28%.

SPMT menilai peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas transformasi layanan pelabuhan nonpetikemas yang dijalankan secara terintegrasi. Kebijakan ini juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin spesifik dan dinamis.

Arif Rusman Yulianto menegaskan terminalisasi menjadi fondasi penguatan ekosistem layanan pelabuhan yang modern dan produktif. Ia menyebut langkah ini memperkuat peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung konektivitas dan sistem logistik nasional. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya