Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Patroli Besar Besaran Keliling Kota Surabaya Dilakukan TNI AD di Surabaya

Faishol Taselan
31/8/2025 21:24
Patroli Besar Besaran Keliling Kota Surabaya Dilakukan TNI AD di Surabaya
(MI/Faishol Taselan)

Patroli besar besaran dilakukan TNI Angkatan Darat dengan mengerahkan alat tempur di sejumlah titik di Surabaya. Mereka diberangkatkan dari Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melepaskan patroli tersebut bersama Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyano. Patroli dilakukan pasca kerusuhan di Gedung Negara Grahadi dan sejumlah titik di Surabaya. 

Patroli dilakukan hanya dari TNI AD dengan melibatkan Arhanud, Kodim serta Polisi Militer. Sejumlah alat tempur ikut dalam patroli tersebut, serta ratsan sepeda motor.

Mereka patroli mulai Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat dan Surabaya Utara. Semuanya dilengkapi beberapa alat tempur dan sepeda motor.

Selama dalam perjalanan, menggunakan alat pengeras suara mengumumkan kepada warga Surabaya untuk menjaga keamanan lingkungan masing masing. 

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin kepada awak Media mengatakan patroli ini untuk menjaga kondusifitas kota Surabaya, pasca peristiwa di Gedung Negara Grahadi. 

“Kita baru saja melepas patroli gabungan skala besar. Rencana kita pakai dua rute per hari ini. Insya Allah kita akan laksanakan secara continue di seputaran Surabaya,” katanya.

Anggota yang sedang melaksanakan patroli ini, sifatnya menyapa masyarakat, sekaligus mengimbau, supaya masyarakat khususnya di kota Surabaya ini benar-benar bisa kondusif, sama-sama berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jatim.

Apakah akan menindak tegas pelaku kerusuhan? “Ya, tadi sama-sama mungkin sudah monitor pernyataan langsung secara lisan oleh Bapak Presiden, didampingi oleh para Ketua Umum Partai, tadi mungkin teman-teman sudah lihat itu,” ujarnya.

Ini sudah ada arahan langsung dari beliau, untuk Aparat TNI/ Polri agar bertindak tegas, khususnya kepada oknum-oknum yang melanggar dan melawan anturan, yang sifatnya merusak, penjarahan, pembakaran, itu nanti akan ada saksi-saksi. “Tentunya ini melalui satu prosedur,”  katanya.(H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya