Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Pertama Kali, BI Tegal Gelar Layanan Kas Keliling di Wilayah Terpencil

Supardji Rasban
29/8/2025 16:51
Pertama Kali, BI Tegal Gelar Layanan Kas Keliling di Wilayah Terpencil
Petugas BI Tegal sedang melayani warga yang menukar uang di Dusun Karangsari, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.(MI/Supardji Rasban)

BANK Indonesia Tegal (BI) Tegal, Jawa Tengah, menggelar layanan kas keliling 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil). Layanan kas keliling dilaksanakan di wilayah Dusun Karangsari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, yang masuk kategori wilayah terpencil. Layanan kasi keliling yang pertama kali dilakukan BI Tegal di wilayah terpencil ini, merupakan bagian dari upaya mendukung kedaulatan Rupiah dan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE). 

Lokasi tersebut termasuk kategori terpencil dengan jarak sekitar 30,9 km dari pusat pemerintahan Kecamatan Slawi, dan berjarak sekitar 10 km dari layanan keuangan terdekat di Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Lokasi tersebut juga terisolasi dari desa terdekat dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah berpasir dan batu yang melintasi sungai dengan jembatan semi-permanen hasil swadaya masyarakat dan dikelilingi jurang yang cukup dalam. 

Wilayah tersebut pertama kali dijangkau oleh jaringan listrik pada tahun 2016. Tujuan pelaksanaan layanan kas keliling 3T yaitu untuk memastikan uang Rupiah Layak Edar (ULE) senantiasa tersedia dalam memenuhi kebutuhan Masyarakat, khususnya di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal.

 “Dalam kegiatan kas keliling ini, kami menyiapkan modal sebanyak Rp307,5 juta dan berhasil terserap 100% oleh masyarakat. Masyarakat juga sangat antusias menukarkan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang  mereka miliki,” ujar Kepala BI Tegal, Bimala.

Bimala menyebut BI Tegal akan terus mengakselerasi distribusi uang layak edar (ULE) demi terwujudnya clean money policy di Eks Karesidenan Pekalongan, khususnya di wilayah 3T yang jauh dari akses Perbankan atau Lembaga Keuangan Non-Bank lainnya.

“Kami juga menyelenggarakan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat, agar  mereka semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan merawat uang Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J (Jangan dilipat, Jangan diremas, Jangan dicoret, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi),” jelas Bimala.

Meski digelar di wilayah terpencil, tapi masyarakat Dusun Karangsari, antusias sekaligus senang menyambut kehadiran kas keliling BI Tegal. Menurut mereka uang layak edar (ULE) merupakan barang mewah yang jarang dijumpai.

“Kami sangat senang ada kas keliling dari Bank Indonesia Tegal yang mau mendatangi dusun kami yang terpencil ini,” ujar Saijah, 47, salah seorang warga Dusun Karangsari, yang ikut mengantre menukarkan uang. 

Saijah mengaku menukar uang recehan untuk diberikan anak-anaknya jika berangkat ke sekolah sebagai uang saku. “Karena untuk uang saku anak-anak sekolah kan tidak banyak paling ya harus recehan,” tutur Saijah. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya