Selasa 02 Agustus 2016, 05:30 WIB

Kampung Badui dari Garut

S-4 | Nusantara
Kampung Badui dari Garut

Ilustrasi--ANTARA/Rivan Awal Lingga

 

SALAH satu suku Pulau Jawa yang amat kental dengan budaya nenek moyang mereka ialah suku Badui. Suku itu merupakan kelompok masyarakat adat Sunda yang terdapat di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Di kalangan suku Badui ini, para orang tua takut menyekolahkan anak mereka dengan alasan takut anaknya kelak lebih pintar daripada mereka. Jika anak lebih pintar, orang tua takut dibohongi anak-anak mereka. Begitu kentalnya kebudayaan Sunda di Badui, sepertinya juga dimiliki oleh suatu kampung di Garut. Tepatnya di dalam kawasan Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet.

Kampung itu bernama Kampung Dukuh. Di Kampung Dukuh ini, masyarakatnya juga sama seperti masyarakat suku Badui. Mereka masih menganut kepercayaan nenek moyang serta mematuhi Kasuaran Karuhun yang berarti hal-hal tabu atau nasihat leluhur mereka. Pola budaya religi masyarakat Kampung Dukuh pun sangat kuat. Landasan budaya itu berpengaruh pada bentuk perdesaan dan adat istiadat mereka. Masyarakatnya menjunjung tinggi nilai keharmonisan serta keselarasan hidup di masyarakat.

Bila melihat dari rumah yang didiami, rumah-rumah yang ada di kampung itu semuanya terbuat dari kayu dengan atap dari serabut alang-alang dan ijuk. Larangan menggunakan kaca, tembok, dan genting membuat semua rumah di sini terlihat sangat tradisional. Keunikan lain arsitektur dan struktur bangunan terlihat dari beberapa puluhan rumah yang tersusun pada kemiringan tanah bertingkat. Setiap tingkat terdapat sederetan rumah yang membujur dari barat ke timur.

Di sini juga ada satu rumah yang khusus untuk pengunjung yang ingin melakukan nyepi ataupun menjalani ritual di dalam rumah. Sama seperti masyarakat Badui, masyarakat Kampung Dukuh seakan tidak mengenal perkembangan ilmu dan teknologi. Mereka tidak terpengaruh kemajuan zaman.

Satu lagi, ada tempat yang disakralkan masyarakat setempat. Tempat ini ialah makam leluhur Kampung Adat Dukuh Dalam Syekh Abdul Jalil. Jika pengunjung ingin berziarah, harus mendaki kaki Gunung Dukuh lebih dulu karena lokasi makamnya berada di dalam hutan gunung tersebut.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Kampung Dukuh, Anda dapat menempuh perjalanan menggunakan mobil atau motor kurang lebih 101 km dari Kota Garut. (Dari berbagai sumber/*/S-4)

Baca Juga

DOK.MI

Warga Banten Diimbau Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:56 WIB
Peringatan kewaspadaan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi Selasa ini di...
DOK.MI

Dua Pemuda Lempar Tamu Hotel dari Lantai 5 Hotel di Palembang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:48 WIB
Tersangka BG tidak terima MNF ini memesan jasa kencan terhadap SH melalui aplikasi Michat tanpa melalui dirinya, hingga terjadi keributan....
ANTARA

BMKG Catat 40 Gempa Susulan di Jember

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:31 WIB
Magnitudo paling kecil tercatat 2,9 dan paling besar 5,3. Untuk magnitudo 5,3 itu dirasakan di Kuta, Denpasar, Jember, dengan skala...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya