Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan rencana pengembangan Pulau Rempang dan Galang sebagai kawasan ekonomi baru.
Dalam pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Batam Kota, itu, Rudi menyebut jika salah satu perusahaan asing bakal menginvestasikan dana cukup besar di pulau tersebut. Sang investor akan menjadikan Pulau Rempang dan Galang sebagai pabrik kaca terbesar di kawasan Asia.
"Sudah ada investor yang bertemu dengan BP Batam. Kita berharap,
kehadiran mereka nantinya akan berdampak positif untuk perekonomian
Batam," ujar Rudi.
Sebagaimana diketahui, BP Batam telah bertemu dengan konsultan
internasional asal Tiongkok Shenzhen Greater Bay Area Financial Institute. Rencana investasi pun terungkap.
Apabila kerja sama antara keduanya terealisasi, Shenzhen Greater Bay
Area Financial Institute bakal terlibat dalam pengembangan Pulau Rempang dan Galang ke depan.
Shenzhen Greater Bay Area Financial Institute merupakan institusi yang sangat kredibel di Tiongkok. Mereka telah turut membantu pemerintah
Shenzhen dalam membuat perencanaan dan pengembangan daerahnya sebagai
Kawasan Ekonomi Khusus.
"Saya sudah siapkan rencana detail tata ruang untuk pengembangan
tersebut. Saya butuh dukungan masyarakat untuk menyelesaikan pembangunan Batam ini ke depannya," tambah Rudi.
Dia berharap, kawasan ekonomi baru di Pulau Rempang dan Galang dapat
memacu pertumbuhan ekonomi Kota Batam. "Kebijakan yang saya ambil adalah untuk kepentingan bersama. Semoga ekonomi Batam terus membaik."
Sementara itu, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, menuturkan bahwa rencana pengembangan Pulau Rempang dan Galang sesuai dengan arahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia. "Kita punya land bank di Pulau Rempang dan Galang, tahun ini harus dikerjakan. Mudah-mudahan akan ada kerja sama yang baik ke depan." (N-2)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved