Kamis 19 Januari 2023, 15:10 WIB

Pengusutan Dugaan Aliran Dana ke KKB oleh KPK Didukung

Mediaindonesia.com | Nusantara
Pengusutan Dugaan Aliran Dana ke KKB oleh KPK Didukung

MI/SUSANTO
Tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe dikawal petugas menggunakan kursi roda masuk untuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK.

 

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan aliran dana dari Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe kepada kelompok separatis.  Langkah itu didukung oleh pengamat politik dan birokrasi, Varhan Abdul Aziz. Menurut dia hal itu harus dilakukan karena uang yang digunakan Enembe berasal dari rakyat.

“Kami dukung KPK untuk mengusut tuntas dugaan aliran dana yang sampai ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah menyebabkan teror di Papua. Tentu ini adalah kerja kolektif lintas lembaga, tidak bisa KPK bekerja sendirian,” ujarnya.

Ia menilai KPK telah bekerja sesuai koridor hukum. Namun, menurutnya KPK harus lebih bekerja ekstra keras mengingat kerugian negara cukup besar. “Kerugian  yang dialami negara sangat besar akibat korupsi yang diduga dilakukan Enembe.”

“KPK harus kerja ekstra keras lagi melacak dana dari kasus korupsi Enembe lari kemana saja. Sejauh ini kan publik hanya tahu digunakan untuk main kasino. Namun akhir-akhir ini, ada isu dana korupsi sampai ke KKB.”

Ia berharap KPK dapat bekerja sama dengan lembaga lain seperti PPATK demi melacak kebenaran dana korupsi sampai ke KKB. Jika hal itu terbukti kebenarannya, Varhan mendorong agar Enembe dihukum setimpal sesuai kesalahannya.

“Jika Enembe terbukti (mendanai KKB), dia telah melanggar triple terhadap konstitusi negara, korupsi, suap, dan mendanai pemberontak yang menyebabkan ratusan korban warga sipil tewas,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga mengatatakan bahwa pihaknya akan mengusut aliran dana korupsi Enembe. "Tentu ini akan didalami di dalam proses penyidikan ya, berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang lain apakah ada keterkaitan yang bersangkutan dengan kelompok yang selama ini berseberangan dengan Pemerintah."

Apalagi sebelumnya tokoh separatis Papua ikut mengungkapkan pembelaannya dengan menyatakan bahwa Enembe dalam bahaya. Sebab itu, dia meminta agar pemerintah Indonesia melepaskannya.

Selain itu, kecurigaan adanya aliran dari Enembe ke KKB mencuat setelah penangkapan Anton Gobay, WNI asal Papua oleh kepolisian Filipina. Anton mencoba memberi senjata di wilayah Danao City, Provinsi Cebu, Rabu (11/1). (RO/A-1)

 

Baca Juga

MI/DJOKO SARDJONO

Peringati HUT ke-39, RS Cakra Husada Klaten Gelar Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan di Desa Logede

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:00 WIB
Bakti sosial pelayanan kesehatan umum dan Fisioterapi di balai desa tersebut, adalah dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-39...
Dok. Infinity8 Bali

Rekomendasi Venue Meeting Dan Wedding Di Area Jimbaran, Bali

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 18:37 WIB
Infinity8 Bali menekankan kualitas dan profesionalisme di seluruh layanan sambil tetap berdedikasi untuk memberikan tempat yang kompetitif...
DOK/PUPUK INDONESIA

Stok Pupuk Subsidi di Jatim Penuhi Kebutuhan Tiga Pekan ke Depan

👤Bagus Suryo 🕔Kamis 09 Februari 2023, 18:29 WIB
Stok pupuk bersubsidi di Penjualan Wilayah 4 tersebut tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya