Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus melanjutkan program mengasah mental berwirausaha para generasi muda.
Terbaru, Kementerian yang dipimpin oleh Zainudin Amali itu menggelar workshop kaderisasi pesantrenpreneur yang merupakan program pengembangan kewirausahaan pemuda dengan tema "Mendorong Perekonomian Daerah Bangkit dan Bertumbuh Kembali Melalui Workshop budidaya Anggur dan Ikan Koi".
Lokakarya yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Sabilul Huda, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 15-17 Oktober itu diikuti oleh 100 santri dari pondok pesantren dan karang taruna
Lokakarya juga dihadiri Ketua Pondok Pesantren Ashadi, Lurah Pakembinangun Suratno dan Kepala Bidang Akses Permodalan Asisten Deputi Kewirausahaan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Dzikro.
Dzikro mengatakan, bonus demografi merupakan anugerah yang harus dikelola dengan baik secara bersama-sama antara pemerintah dengan swasta, lembaga masyarakat, maupun dengan masyarakat.
"Maka Kemenpora sejalan dengan RPJMN melaksanakan pengembangan kewirausahaan pemuda melalui penumbuhan minat, kaderisasi, pendampingan, pengembangan ekosistem dan akses permodalan guna menstimulasi kemunculan dan berkembangnya wirausaha pemuda," katanya.
Kali ini, lanjut Dzikro, Kemenpora bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sabilul Huda yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam menggerakkan wirausaha bagi para santrinya.
Ketua Ponpes Sabilul Huda Ashadi mengungkapkan, dalam mendidik santrinya selain memperbaiki akhlak melalui ajaran agama Islam juga santri diajarkan berbudidaya tanaman, ternak mupun perikanan karena diharapkan nanatinya para santri bisa mandiri bahkan menolong orang lain.
Lurah Pakembinangun Suratno mengatakan, para kaum,muda, khususnya di Yogyakarta harus lebih jeli melihat potensi dan peluang bisnis di daerahnya. Sebab, pemuda di daerah harus selangkah lebih maju walaupun banyak pendatang yang juga ikut membuka usahanya.
"Jadikanlah itu sebagai bahan transfer pengetahuan/ belajar sehingga nantinya pemuda daerah dapat berinovasi selangkah lebih maju dari mereka," ujar Suratno.
Baca juga : 33 Marbot dan 24 Guru PAUD di Kota Tegal Terima Bantuan Baznas
Sebagai informasi, workshop dibagi ke dalam tiga tahapan motivasi, pengetahuan bisnis tentang perencanaan dan marketing, serta pemahaman dan praktek budidaya anggur dan koi.
Salah satu narasumber dari PT PAG sebelum membawakan materi perencanaan bisnis dan marketing, memotivasi peserta bahwa dengan untuk menjadi negara maju diperlukan 5% penduduk menjadi wirausaha mapan, sedangkan wirausaha mapan harus dirintis dari dini dengan mental kemandirian, jujur dan gigih.
Mental untuk mendiri dan menolong orang adalah jiwa wirausaha. Kemudian bahwa perencanaan dan marketing adalah pengetahuan dan skill yang menjadi ujung tombak kemajuan bisnis.
Dengan perencanaan Bisnis Model Canvas (BMC) dapat diketahui 9 aspek yang harus dipenuhi untuk mencapai target usaha sedangkan marketing adalah penghubung antara perusahaan dengan customer yang merupakan revenue create bagi perusahaan.
Strategi keberhasilan marketing kekinian pun berkembang tidak lagi 6 P tapi menjadi 9P, yaitu personal negosation, product quality and image, pshycologi of price, placement, promotin and media online, persuation and testimoni, penelitian (survey), pelayanan prima dan pemanfaatan teknologi informasi.
Dan, puncak acara adalah workshop pelatihan budidaya ikan KOI yang dibawakan oleh pengurus Kelompok Tani Anggur Yasin Amali, yang menjelaskan proses budidaya KOI mulai dari pemilihan indukan yang sehat dan gonut, pemijahan (pengawinan), penyediaan kolam dengan ph sesuai dan air mengalir, pemisahan, pemeliharaan hingga pemanenan.
Selanjutnya pelatihan budidaya anggur yang dibawakan oleh pengurus Kelompok Tani Anggur, Qolbun Nadzif yang menjelaskan proses budidaya anggur.
'Anggur selain mudah ditanam juga banyak manfaatnya seperti mencegah kanker, penuaan dini, menjaga kesehatan otak, membantu diet, dan menjaga kesehatan mata.
Diharapkan dengan pelatihan itu mampu menambah skill para peserta yang pemuda santri untuk memulai berwirausaha. (RO/OL-7)
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand.
Pansel terdiri dari lima orang yang diketuai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved