Kamis 22 September 2022, 17:29 WIB

Pemprov Jabar Instruksikan Daerah Prioritaskan Sektor Pertanian

Benny Bastiandy | Nusantara
Pemprov Jabar Instruksikan Daerah Prioritaskan Sektor Pertanian

MI/Benny Bastiandy
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum (tengah) saat acara penyerahan bantuan alat pertanian di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (22/9).

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menginstruksikan seluruh pemerintah kota dan kabupaten memprioritaskan sektor pertanian. Pasalnya, di tengah krisis dan ancaman inflasi daerah saat ini, sektor pertanian diyakini mampu menstabilkan perekonomian.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan sejauh ini sektor pertanian menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh di tengah berbagai krisis multidimensi. Termasuk saat pandemi covid-19, saat sektor lain mengalami degradasi, produk domestik regional bruto (PDRB) pertanian malah naik 7%.

"Kami minta seluruh pemerintah di semua tingkatan, termasuk tingkatan desa, bupati dan wali kota, harus fokus memprioritaskan sektor pertanian yang utama," terang Uu seusai menyerahkan bantuan peralatan pertanian program santri tani Jawa Barat di Balai Mekanisme Pertanian Dinas Pertanian dan Hortikultura Jawa Barat di Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Kamis (22/9).

Dikatakan, saat ini Indonesia sedang berada pada ancaman inflasi dan stagflasi daerah. Namun sektor pertanian mampu berkontribusi menahan laju stabilitas ekonomi.

"Ada pertanian cabai, bawang, padi, dan lainnya. Karena itu, silakan para bupati dan wali kota kepada infrastruktur,  konektivitas jalan, dan pembangunan yang lain. Tetapi sektor pertanian jangan diabaikan. Sekalipun jalannya hebat, kantor-kantornya hebat, mobil pejabat mengkilat, kalau di kabupaten dan kota tidak ada beras, rakyat akan menjerit, tentu akan mengganggu proses pembangunan," bebernya.

Sejauh ini, tutur Uu, komoditas andalan Jawa Barat sendiri masih fokus pada tanaman padi dengan luas lahan sawah mencapai 928.218 hektare. Uu tak memungkiri, terjadi degradasi lahan sawah akibat pembangunan.

"Dulu luasan lahan sawah di Jawa Barat mencapai sekitar 1,1 juta hektare. Tapi sekarang mulai ditemukan varietas bibit baru yang produksinya untuk 1 hektare bisa mencapai 15 ton. Sekarang sedang disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.

Pengembangan produksi tanaman padi yang bisa mencapai 15 ton per hektare, sebut Uu, merupakan bagian dari program intensifikasi. Sementara untuk program diversifikasi relatif cukup sulit karena laju pertumbuhan penduduk. "Makanya, program intensifikasi pertanian ini akan menjadi daya dorong agar tak terjadi inflasi pangan," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.pribadi

Pemuka Agama Papua: Pejabat Publik Punya Tanggung Jawab Kepada Tuhan

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 20:36 WIB
PENDETA Alberth Yoku, Tokoh Agama di Sinode GKI Sentani Papua, angkat bicara terkait mangkirnya panggilan KPK terhadap Gubernur Papua,...
DOK MI.

Nilai Kerugian akibat Banjir di Mukomuko Terhitung Rp150 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 20:20 WIB
Itu meliputi aset provinsi, kabupaten, dan desa, termasuk...
dok.pribadi

Tokoh Pemuda Papua Dukung KPK Tuntaskan Dugaan Korupsi Gubernur Lukas Enembe

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 20:20 WIB
TOKOH Pemuda Papua, Martinus Kasuay, sepakat agar proses hukum kasus dugaan korupsi Gubernur Papua terus dijalankan proses penegakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya