Selasa 07 Desember 2021, 14:59 WIB

Angka Stunting di Sulsel Terus Menurun

Lina Herlina | Nusantara
Angka Stunting di Sulsel Terus Menurun

Ist
Gizi buruk penyebab stunting pada anak.

 

PEMERINTAH pusat untuk menurunkan angka stunting pada tahun 2024 diangka 14 persen. Sulawesi Selatan pun mencanangkan Program Setop Stunting tahun 2022 dan ikut digalakkan di 24 kabupaten/kota yang ada.

Dan itu program itu sudah mulai sedikit. Pada Agustus 2021 lalu, angka stunting berada pada angka 9,08 persen. Angka stunting ini sudah turun, bahkan melebihi target pemerintah pusat.

Baca juga: Bupati Lembata Bersama Kelompok Tani Tanam Perdana Padi di MT II

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Husni Thamrin mengungkapkan, angka stunting di Sulsel mulai mengalami penurunan signifikan hingga melampaui target pemerintah pusat.

Angka stunting di Sulsel pada 2018 mencapai 35,6 persen (Riskesda 2018), sedangkan 2019 angka stunting menurun hingga 30,5 persen (SSGBI 2019).  Sementara dari data ePPGBM  Elektronik Pencatatan & Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, angka stunting tahun 2020 pada bulan Februari 12,3 persen, dan bulan Agustus 11 persen.

"Di tahun 2021 bulan Februari, angka stunting menurun hingga 9,6 persen dan bulan Agustus turun hingga 9,08 persen. Capaian ini tidak terlepas dari sinergitas bersama," ungkap Husni.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, tahun 2022, pemerintah akan fokus penurunan stunting di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel. Setiap Kabupaten/Kota, dipilih 10 Desa yang tinggi angka stunting untuk menjadi lokus pada Aksi Setop Stunting ini.

Jadi, total desa lokus penurunan stunting di Sulsel sebanyak 240 Desa. Dalam Aksi Setop Stunting ini, akan melibatkan tenaga pendamping gizi. Mereka akan menetap di desa selama 8 bulan bertugas dalam pendampingan untuk keluarga.

"Para pendamping gizi ini akan melakukan pendampingan gizi kepada keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil untuk desa lokus stunting di 24 Kabupaten/Kota. Para pendamping juga akan mensosialisasikan dalam perubahan perilaku pengasuhan kehamilan agar tidak melahirkan anak dalam kondisi stunting," urai Sudirman.

Pendamping gizi ini juga bertugas dalam memberikan edukasi perubahan perilaku pada remaja putri, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

"Dalam Aksi Setop Stunting ini juga, kita melibatkan tim penggerak PKK, apalagi mengingat PKK memiliki jejaring sampai di desa dengan ranah pembinaan keluarga," pungkas Sudirman. (OL-6)

Baca Juga

Antara

51.606 Anak Jadi Sasaran Vaksinasi di Aceh Timur

👤Ant 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:46 WIB
Pemkab Aceh Timur menargetkan seribu anak yang ikut vaksinasi setiap...
MI/BAYU ANGGORO

Pemprov Jawa Barat Promosikan Kemandirian Pesantren Lewat Film Televisi

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:35 WIB
Lokasi pengambilan gambar FTV ini dipilih di Pondok Pesantren Al Ittifaq, Ciwidey, di Kabupaten Bandung, sebuah pesantren yang mandiri,...
Antara

Polisi Bongkar Praktik Tes Covid-19 Palsu di Makassar

👤Ant 🕔Senin 17 Januari 2022, 23:33 WIB
Biaya yang dipatok untuk tes PCR antara Rp700 ribu hingga Rp900...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya