Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN pusat konservasi harimau sumatra di zona inti cagar biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, Kabupaten Siak-Bengkalis, Riau direncanakan dimulai pada Februari 2021. Fasilitas konservasi harimau sumatra yang digagas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bekerja sama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo dibangun pada kawasan zona inti cagar biosfer seluas 200 ribu hektare (Ha). Ini merupakan satu-satunya pusat konservasi satwa terlengkap yang dibangun di Indonesia.
"Pembangunan fisik akan dimulai pada 2021, sekitar Februari. Saat ini sudah disediakan tempat dan pondasinya. Pembangunan pusat konservasi harimau Sumatra dilaksanakan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Areal kerja sama meliputi juga di Suaka Margasatwa Bukit Batu, Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Kamis (17/12).
Dijelaskannya, keunggulan dari pusat konservasi itu adalah lokasi berada dalam Zona Inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu. Memiliki kurang lebih 200 ribu ha hutan primer rawa gambut, populasi satwa mangsa yang melimpah, dan dukungan pemerintah daerah.
Suharyono mengungkapkan, kemanfaatan yang ingin dicapai yaitu kelestarian dan peningkatan populasi harimau Sumatra. Kemudian sebagai tempat pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan, peluang usaha ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain itu untuk kegiatan ekowisata atau wisata terbatas.
"Wisata terbatas maksudnya dibatasi untuk kegiatan penelitian atau riset ilmiah," jelasnya.
baca juga: Akibat Perburuan Liar, Populasi Harimau Sumatra Semakin Menyusut
Ia menambahkan, komitmen dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk Pusat Konservasi Harimau Sumatra, mendapatkan apreasiasi yang tinggi dari Ditjen KSDAE Kementerian LHK. Sesuai dengan tagline BBKSDA Riau yaitu #konservasitidakbisasendiri. Pihaknya membuka kesempatan dukungan dan mitra dari pihak lain.
"Semoga dengan adanya dukungan berbagai pihak, kelestarian Harimau Sumatra di Riau akan terjaga," pungkas Suharyono.(OL-3)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved