Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH hujan deras mengakibatkan banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ancaman bencana alam belum selesai. Dalam 10 hari ke depan, potensi banjir bisa datang ke sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
“Dalam 10 hari ke depan, potensi banjir kategori menengah bisa terjadi di sejumlah provinsi itu. Memasuki Agustus, potensi banjir kategori menengah juga masih berpeluang datang ke sebagian wilayah Papua Barat,” kata Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan, BMKG, Nasrullah.
Sementara itu, kondisi berbeda harus dihadapi warga di Nusa Tenggara Timur. “Daerah ini diprediksi akan masih mengalami kekeringan,” tambah Kepala Pusat Meteorologi Publik, BMKG, Fachri Radjab.
Karena bahaya belum lewat, Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menyatakan lima Balai Besar BMKG di daerah terus menggencarkan penyebarluasan peringatan dini. “Harus lebih masif dalam meningkatkan kewaspadaan dan mendukung upaya pencegahan bencana.”
Ia menambahkan, saat ini dinamika cuaca dan iklim terjadi di Tanah Air.
Indonesia bagian selatan mengalami kemarau, sedangkan wilayah ekuator masih berpotensi curah hujan tinggi. “Kondisi itu membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, sedangkan hujan ekstrem justru mengguyur beberapa wilayah lain.”
Dari Kabupaten Luwu Utara, pencarian korban banjir bandang masih harus diperpanjang hingga tiga hari ke depan. “Masih ada sembilan warga yang dilaporkan hilang oleh keluarganya,” kata Kepala Basarnas Makassar, Mustari.
Perpanjangan masa pencarian, lanjutnya, diputuskan tim setelah melakukan koordinasi serta evaluasi. “Sesuai prosedur pencarian operasi SAR itu dilakukan tujuh hari. Namun, karena di lokasi masih ada korban yang belum ditemukan, bupati meminta Basarnas untuk melanjutkan pencarian sampai tiga hari ke depan.”
Sampai kemarin, jumlah korban meninggal dunia dan sudah dapat dievakuasi mencapai 38 orang. Lima orang di antaranya masih dalam proses identifikasi.
Banjir bandang di Luwu Utara menyebabkan 4.202 kepala keluarga atau 15.994 jiwa terdampak. Di antara mereka, sebanyak 156 kepala keluarga atau 655 jiwa harus tinggal di pengungsian karena rumah mereka hancur dan direndam lumpur.
Luapan air yang membawa lumpur juga membuat 4.930 rumah mengalami kerusakan, 10 rumah hanyut, dan 213 tertimbun lumpur. Satu kantor Koramil juga harus direlokasi karena terendam lumpur hingga ketinggian lebih dari 1 meter.
Banjir bandang juga menyebabkan jembatan antardesa terputus. Sementara itu, jalan lintas provinsi sempat tertimbun lumpur setinggi 1-4 meter. (Fer/LN/N-2)
Normalisasi Sungai Cisunggalah jadi solusi utama sebagai langkah penanganan pasca banjir bandang
PASCAbanjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ruas jalan penghubung Sokasar-Bojong di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, putus total.
Mobil penjernih air difungsikan mengolah air kotor menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan akses jalan dan jembatan terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga.
Intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya hutan di kaki Gunung Slamet mengakibatkan tiga jembatan hanyut, lima objek wisata dan sungai rusak akibat diterjang banjir bandang
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved