Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR rob akibat gelombang pasang air laut menerjang ribuan rumah di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi ke balai desa setempat.
Plt Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya, menjelaskan sebanyak tiga desa di Kecamatan Kandanghaur diterjang banjir rob yang terjadi pada Rabu (20/5) malam.
‘’Desa eretan Wetan, Eretan Kulon dan Kertawinangun,’’ ungkap Caya, Kamis (21/5).
Menurut Caya, ada lebih dari 1.000 rumah warga, tempat ibadah dan sarana pendidikan di tiga desa tersebut yang terendam banjir rob.
Ketinggian banjir rob yang merendam ketiga desa tersebut bervariasi, mulai 30 cm hingga 1,2 meter.
Baca juga :Pelindo III Tanjung Wangi Banyuwangi: Aktivitas Kapal Turun 30%
‘’Banjir terparah terjadi di Blok Pang Pang 1, Desa Eretan Wetan,’’ ungkap Caya.
Tingginya banjir rob menyebabkan sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di Desa Eretan Wetan terpaksa harus mengungsi ke balai desa setempat. Terutama anak-anak, perempuan dan lansia, namun saat ini, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing karena banjir rob telah surut. Mereka kini disibukkan dengan membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang masuk ke dalam rumah bersamaan dengan datangnya banjir rob.
Ditambahkan Caya, gelombang tinggi terjadi secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan lebat dan angin. Masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah rob maling karena datangnya secara tiba-tiba. Dari sejumlah video yang beredar di jagat maya dan grup whatsapp, banyak warga yang tidak menduga banjir roba parah terjadi secara tiba-tiba. Dalam waktu singkat, air laut bercampur lumpur dan sampah menggenangi seluruh bagian rumah warga. Warga juga berusaha dengan cepat menyelamatkan perabot ke tempat yang lebih tinggi. Tapi tidak sedikit warga yang tidak sempat menyelematkan barang-barang mereka sehingga akhirnya terendam. (OL-)
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved