Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Kanwil Bea Cukai Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke 17

Mediaindonesia.com
30/8/2019 21:24
Kanwil Bea Cukai Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke 17
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Beri Fasilitas Kawasan Berikat ke 17(Dok Bea Cukai)

KANWIL Bea Cukai Jateng DIY memberikan fasilitas Kawasan Berikat (KB) yang ke-17 pada 2019 kepada PT Buana Samudra Lestari (PT BSL).

Pemberian fasilitas di ruang rapat Kakanwil Bea Cukai Jateng DIY pada Rabu (28/08) tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar mendorong investasi dan ekspor serta sejalan dengan tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai industrial assistance.

Selain itu, pemberian fasilitas tersebut adalah untuk memberikan dampak ekonomi positif tidak hanya kepada perusahaan namun juga kepada negara dan masyarakat.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Juli Tri Kisworini membeberkan keuntungan fasilitas fiskal pemerintah ini.

"Dengan fasilitas ini maka perusahaan tidak perlu membayar bea masuk dan pajak lainnya atas importasi bahan baku. Namun dengan syarat hasil produksinya diekspor," bebernya.

Juli menambahkan, untuk mendapatkan fasilitas ini perusahaan harus memenuhi persyaratan antara lain telah memiliki SPI yang baik dan memberdayakan IT Inventory yang merupakan subsistem dari sistem akuntansi perusahaan, serta memiliki CCTV yang dapat diakses secara daring dan real time.

Baca juga: Bea Cukai Jalin Sinergi dengan Pemda Sibolga untuk Dorong Ekspor

PT BSL merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak 2015 di Klaten, Jawa Tengah. Perusahaan ini bergerak di industri pakaian jadi. Beberapa produknya merupakan pakaian bermerek terkenal seperti seperti Tommy Hilfiger, Gery Weber, dan S Oliver yang memiliki pangsa ekspor ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

Manager Exim PT BSL Muhammad Daffa Aulia mengonfirmasi fasilitas ini menguntungkan dan akan membuat perusahaan berkembang. "Kami memproyeksikan adanya peningkatan investasi. Ada peningkatan kapasitas produksi dari 11 lines dengan jumlah produksi 120.000 potong pakaian menjadi 15 lines dengan jumlah produksi 200.000 potong pakaian per bulan," paparnya.

Dengan gencarnya Bea Cukai memberikan fasilitas KB ini diharapkan dapat membantu mendorong peningkatan investasi dan ekspor khususnya di Jawa Tengah. (RO/X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya