Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Menggerakkan Harta Karun Kabupaten 'Apes'

Ferdinand
20/8/2019 08:52
Menggerakkan Harta Karun Kabupaten 'Apes'
Bupati Magetan, Suprawoto (memakai batik) saat meninjau KKN mahasiswa UNS di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Magetan.(MI/Ferdinand)

BUPATI Magetan, Jawa Timur, Suprawoto menyebut daerahnya sebagai kabupaten apes dari sisi akses transportasi. Namun, di dalamnya ternyata menyimpan banyak harta karun. Tempat parkir karyawan obyek wisata Dam Jati, di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, berubah fungsi menjadi etalase, Senin (19/8).

Berbagai produk unggulan dengan kemasan menarik, siap pasar terpajang di sana. Mulai dari makanan olahan, kerajinan, hingga pakaian. Harta karun tersebut merupakan hasil eksplorasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) peserta program kuliah kerja nyata periode XI. Selama 45 hari 178 mahasiswa dari berbagai jurusan menggali potensi dari 12 desa di Kecamatan Parang dan Nguntoronadi.

"Ternyata banyak sekali potensi ekonomi yang ditinggalkan masyarakat," kata Ayu Novita, mahasiswa FKIP yang menjalankan KKN di Desa Krajan, Kecamatan Parang.

Desa tersebut memiliki potensi berupa kain batik. Namun, tidak berkembang lantaran para perajin lebih memilih bekerja menjadi buruh pabrik atau petani. Kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi di Desa Nglopang. Desa tersebut memiliki potensi berupa buah asam yang melimpah. Sayangnya, karena keengganan warga buah tersebut hanya dijual dalam bentuk produk mentah.

"Padahal, dulu sudah diolah menjadi permen dengan harga jual yang lebih mahal," kata Ananda Bima, mahasiswa yang KKN di desa tersebut.

Potensi-potensi terpendam seperti itulah yang menjadi fokus para peserta KKN kali ini. Mereka berupaya untuk menggali dan meyakinkan masyarakat bahwa potensi yang mereka miliki dapat dikembangkan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami berikan workshop, pelatihan dari mulai pembuatan sampai pengemasan. Sekarang warga sudah mulai bersemangat lagi mengembangkan potensi desanya masing-masing," kata Ayu Novita.

Hal yang sangat menggembirakan, imbuh Ananda Bima, semangat warga itu sekarang mendapatkan sambutan positif dari Dinas Koperasi setempat. Dinas Koperasi siap untuk memfasilitasi warga desa menjadi wirausahawan.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho puas dengan apa yang sudah dilakukan para mahasiswanya itu. Dia menilai mereka telah menimba ilmu yang sebenarnya dari kehidupan nyata. Bukan hanya teori seperti di kampus, melainkan mendapatkan pengajaran langsung dari masyarakat desa.

"Kalau di kampus mereka belajar teori bagaimana mendirikan usaha, izin dan lain sebagainya. Di sini masyarakat tidak membutuhkan itu. Mereka perlunya sederhana dan langsung, bagaimana membuat bakso lele, inovasi motif batik, dan banyak lagi," kata Jamal.  

Suprawoto pun memberikan apresiasinya atas hasil kerja keras para mahasiswa itu. Dia mengaku merasa berat untuk melepas mereka kembali ke kampus setelah masa KKN secara resmi berakhir hari itu.

"Pak Rektor kalau bisa jangan ditarik," katanya sembari tertawa.

Walaupun ditarik (kembali ke kampus), lanjut Suparwoto, dia meminta agar para mahasiswa membantu memikirkan Magetan. Sebab, di sanalah
universitas sesungguhnya.

Dia berharap jika mahasiswa menemukan metode baru yang bisa dikembangkan di Magetan, untuk tidak ragu-ragu menghubungi pihaknya. Apalagi sekarang perkembangan teknologi sangat memungkinkan komunikasi berkelanjutan. Bupati yang sebelumnya lama menjabat di Kementerian Komunikasi dan Informasi itu bersyukur, sekarang ini setelah banyak kegiatan KKN beberapa potensi Magetan sudah bisa menembus pasar internasional. Salah satunya abon yang sudah dipasarkan secara daring. Inilah yang turut menjadi penggerak ekonomi di kabupaten itu.

"Magetan ini istilahnya kabupaten yang paling apes dari segi transportasi. Punya jalan tol tidak punya pintunya, punya jalan kereta api tidak berhenti, punya bandara tapi pesawatnya nggak turun. Tapi ini bukan musibah, justru menggerakan," katanya.

baca juga: Pelaporan Keuangan Desa Disederhanakan

Selain harta karun yang sudah dieksplorasi oleh para mahasiswa tadi, Magetan juga memiliki alam yang bagus. Ini juga merupakan potensi besar untuk pengembangan pariwisata.Suprawoto optimistis, asalkan, dapat menciptakan suatu daya tarik yang unik, orang akan tertarik untuk datang dan kecantol. Tidak akan ada lagi istilah kabupaten apes. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya