Jumat 28 Juni 2019, 23:15 WIB

Sertifikasi Profesi, Perajin Ukir Siap Mendunia

Akhmad Safuan | Nusantara
Sertifikasi Profesi, Perajin Ukir Siap Mendunia

MI/Akhmad Safuan
Seratusan perajin ukir Jepara antusias mengikuti Sertifikasi Profesi.

 

SEKITAR 100 lebih pengukir Jepara, Jawa Tengah, antusias ikuti sertifikasi profesi kriya ukir. Mereka bersiap menghadapi persaingan global dan sekaligus mengukuhkan keahlian dalam kegiatan mengukir di masyarakat.

Produk ukir telah dikenal di belahan dunia dalam berbagai bentuk kerajinan. Khususnya furnitur dan mebel, kondisi ini yang menjadikan banyak negara untuk bergerak dalam bisnis ini. Jepara sebagai daerah ukiran yang memiliki tenaga kerja bidang ukir mencapai 5.000-7.000 orang juga harus bersaing. Tidak saja dengan perajin ukir tradisional dari dalam negeri seperti Bali, tetapi juga luar negeri yang menggunakan peralatan modern dalam memproduksi ukiran.

Lantaran itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Resarch Media Group (RCMG) dan didukung Lestari Moerdijat mengadakan sertifikasi profesi perajin kriya kayu ukir Jepara selama dua hari Jumat (28/6) dan Sabtu (29/6). Diikuti oleh 115 peserta baik itu perajin ukir, pelajar SMK, maupun masyarakat, dan penggiat ukir.

Sertifikasi profesi perajin kriya ukir diselenggarakan untuk ketiga kalinya sejak 2018 dan 2019.

"Antusias para perajin dan penggiat ukir Jepara cukup besar, sehingga tidak menutup kemungkinan akan diadakan lagi sertifikasi profesi ini ke depan di Jepara," kata ketua panitia Budi Triwinanta.

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Bekraf Sabartua Tampubolon mengatakan, program ini merupakan langkah untuk meningkatkan diri bagi perajin, selain upaya membentengi kesenian dan budaya kreatif warga dari desakan jaman.

Dalam rangka menunjang pencapaian tugas dan fungsi tersebut, lanjut Sabatua, pengembangan ekonomi kreatif dinilai tepat karena sektor ini dapat menjadi kekuatan baru pusat pertumbuhan ekonomi. Menjadi akses untuk peroleh lapangan kerja yang semakin berkualitas, ujar Sabartua, perbaikan kesejahteraan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi anak bangsa.

Pembentukan pasar tunggal, demikian Sabartua Tampubolon, yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara, sehingga kompetisi akan semakin ketat karena MEA tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional.

"Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di ekonomi kreatif membutuhkan suatu formalisasi yang lebih baik dan tepat mengenai pekerjaan profesi yang berkaitan dengan keahlian dan fungsi dari tiap jabatannya," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Furniture dan Kayu Olahan (LSP Furniko) Indonesia Mukhtar Arifin mengatakan dalam perkembangan global yang terjadi saat ini, para perajin tidak lagi dapat berdiam diri dalam menghadapi persaingan global. (N-2)

Baca Juga

DOK MI.

Seorang Anak di Cianjur Meninggal dengan Indikasi Suspek Difteri

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 25 September 2022, 14:45 WIB
Seorang anak warga Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia, dengan indikasi suspek...
DOK Tagana Pamijahan.

Jalan Utama Kecamatan Bantarkalong Menuju Culamega Tertutup Longsor

👤Kristiadi 🕔Minggu 25 September 2022, 14:30 WIB
Kepala Desa Pamijahan, Bantarkalong, Ipin Aripin, mengatakan hujan deras yang terjadi semalam menyebabkan suatu tebing longsor menimbun...
Ist

Finis Friendship Run Medan, Ganjar Terima Kalungan Kain Ulos dari Warga

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 13:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersenyum lebar sembari mengangkat kain ulos saat memasuki garis finis Bank Jateng Friendship Run...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya