Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pemprov Jabar Wajibkan Kurikulum Tanggap Bencana di Sekolah

Cikwan Suwandi
23/11/2018 13:40
Pemprov Jabar Wajibkan Kurikulum Tanggap Bencana di Sekolah
(MI/Cikwan)

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil akan mewajibkan seluruh sekolah di Jawa Barat untuk memiliki kurikulum tanggap bencana. Besarnya potensi bencana di Jawa Barat menuntut pendidikan bencana sejak dini agar ketika terjadi bencana, jumlah korban jiwa dapat diminimalisasi.

"Insya Allah mulai Januari (2019), harus ada kegiatan kurikulum tanggap bencana di sekolah-sekolah," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan, saat meresmikan program Pelajar Siaga Bencana, di Yayasan Kharisma Darussalam, Desa Jomin Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jumat (23/11).

Emil mengatakan pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) dan pemerintah Yokohama, untuk membuat kurikulum tanggap bencana.

Menurut Emil, karakter bencana Jepang dengan wilayah Jawa Barat hampir sama. "Kita ada gunung berapi, gempa dan tsunami juga. Jepang ini lebih maju dalam tanggap bencananya," tuturnya.

Ia mencatat pada November, sebanyak 90 bencana melanda wilayah Jawa Barat. Dilihat dari data tersebut bisa dipastikan Jawa Barat adalah wilayah rawan bencana.

"Kurikulum bencana akan kita wajibkan untuk seluruh tingkatan sekolah. Dari TK hingga SMA. Anak-anak kita ini harus siap untuk menghadapi bencana," katanya.

Kurikulum tanggap bencana di Jawa Barat sebenarnya sudah diberlakukan, namun hanya oleh beberapa sekolah. Contohnya, di Sekolah Islam Terpadu Kharisma Darussalam, Karawang.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyatakan berkeinginan seluruh sekolah di Karawang memiliki kurikulum tanggap bencana. Ia mengaku telah menginstruksikan dinas pendidikan setempat untuk mengadopsi kurikulum bencana di sekolah-sekolah di Jawa Barat yang sudah menerapkan.

"Pendidikan sejak dini ini penting untuk adaptasi kita dalam menghadapi bencana. Dinas Pendidikan juga sudah saya perintahkan untuk mengadopsi kurikulum," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya