Kamis 06 September 2018, 10:20 WIB

Atasi Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Proyek Air Bersih

Alexander P Taum | Nusantara
Atasi Kekeringan, Bupati Lembata Resmikan Proyek Air Bersih

MI/Alexander P Taum
Warga Desa Twaowutung, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, NTT menikmati air bersih usai diresmikan penggunaannya oleh Bupati Lembata

 

WARGA Desa Twaowutung, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, NTT kini boleh bernapas lega. Pasalnya, kesulitan air bersih yang dialami selama puluhan tahun kini dapat teratasi. 

Melalui proyek bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat, warga setempat kini bisa menikmati air minum bersih. 

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Rabu (6/9), meresmikan proyek pengadaan air minum bersih di Desa Twaowutun, Kecamatan Nagawutun,  Kabupaten Lembata, NTT. 

"Ini adalah model kerja sama yang baik dari pemerintah Provinsi dan Pusat. Kerja sama itu menjadi konkret seperti ini. Selama puluhan tahun, kampung ini mengkonsumsi air bersih dari sumur yang terasa asin," ujar Bupati Sunur.

Menurut Bupati Sunur, guna mengatasi kesulitan air bersih di daerah daerah lain di pesisir Utara Lembata, pihaknya akan menambah pasokan sarana Pipa dari Desa Desa tetangga, guna mengatasi kekurangan sarana air bersih di Desa sekitar. 

Pemerintah juga menurut Bupati Sunur, akan menerapkan pola rekayasa enginering dengan memanfaatkan sungai yang mengalir dari Desa Bour hingga Desa Pasir Putih di wilayah pesisir Utara Lembata.
 
"Selain dimanfaatkan untuk air bersih, (juga dilakukan) rekayasa enginering. Jadi air yang kita tangkap, kita alirkan baru kita naikan. Jadi selain untuk air bersih, juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi," ungkapnya. 

Dalam program hilirisasi yang digagas di sektor pertanian dengan memanfaatkan estuari di kali Wai Ma. 

Nanti kita treatment agar layak konsumsi," ujar Bupati Sunur.

Ia menargerkan pada 2020 semua Desa harus sudah terlayani oleh air. 

"Kemarin target listrik terlayani 2019, pada 2020 kita targetkan air bersih terlayani. Target ini dapat dikejar dengan membangun kerja sama dengan pemerintah Provinsi dan Pusat, " ujar Sunur. 

Dikatakannya, sinergitas pemerintah itu sifatnya implementatif bukan administratif. Berarti harus ada intervensi anggaran baik dari pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat. 

Menurut Bupati Sunur, kekurangan air bersih di Lembata lebih disebabkan karena kekurangan sumber air. Namun pihaknya yakin, air yang sedikit itu sedapat mungkin direkayasa untuk kebutuhan dasar masyarakat.

"Karena rekayasa butuh teknologi, tetapi mungkin akan mahal, tetapi jangan pikir mahalnya. Pikirlah manfaatnya untuk masyarakat agar pada saatnya akan mengentaskan kemiskinan di Lembata," ujar Bupati Sunur. (OL-3)

Baca Juga

MI/Abdillah M Marzuki

Bangun Sumur Resapan, Pemprov Jabar Gandeng Danone-Aqua

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:01 WIB
Ridwan Kamil mengatakan, jika sumur resapan jadj budaya di Jabar, akan menjadi solusi menghadapi potensi...
AFP

Ribuan Vaksin Covid-19 Di Bengkulu Kedaluwarsa

👤Marliansyah 🕔Rabu 01 Desember 2021, 19:52 WIB
SEBANYAK 2.824 dosis vaksin covid-19 di gudang penyimpanan vaksin dan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, tidak...
dok.pribadi

Camat Muara: Kondusifitas Usai Pilkades di Desa Sibandang Harus Dijaga

👤Kisar Rajagukguk 🕔Rabu 01 Desember 2021, 19:19 WIB
PESTA demokrasi pilkades serentak di 12 desa di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumut, telah usai. Situasi keamanan dan ketertiban harus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya