Sabtu 04 Agustus 2018, 22:05 WIB

Putusan Pidana Korban Perkosaan di Jambi Disoal

Solmi | Nusantara
Putusan Pidana Korban Perkosaan di Jambi Disoal

thinkstock

 

VONIS enam bulan kurungan penjara terhadap WA, 15, korban perkosaan abang kandungnya AS, 17, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batanghari, Provinsi Jambi, pada sidang 19 Juli 2018 berbuntut panjang.

Selain berlanjut dengan upaya banding dari penasihat WA, Majelis Hakim Rais Torodji Cs yang menyidangkan awal Agustus 2018, melalui Pengadilan Negeri Muarabulian, Kabupaten Batanghari, dipanggil ke Pengadilan Tinggi Jambi untuk menjelaskan kepada tim pemeriksa atas vonis terhadap WA sesuai dalam amar putusan hukum perkara Nomor 4/Pidsus-anak/2019/PN Mbn dan nomor 6/Pidsus-anak/2018/PN Mbn.

Pejabat humas PT Jambi, Hasoloan Sianturi, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Majelis hakim terkait sudah memberikan penjelasannya, dan menyatakan keputusan yang diambil sesuai dengan fakta yang didapat dalam sidang.

Dikatakan Hasoloan, pada waktu hampir bersamaan, atas permohonan banding kuasa hukumnya, PT Jambi menangguhkan masa penahanan WA terhitung Selasa 31 Juli 2018.

"Kita masih punya celah hukum dan berharap klien kami (WA) yang pada dasarnya adalah sebagai korban, bebas dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa," ungkap Damai, penasihat hukum WA kepada wartawan di Jambi, Sabtu (4/8).

Damai mengapresiasi putusan penanguhanan penahanan atas WA oleh PT Jambi. Kliennya yang dia yakini adalah korban dan tengah menderita secara mental saat ini berada di tempat aman dan dalam perlindungan dan pemulihan psikologis.

Seperti diberitakan, kasus yang kini menjadi perhatian publik secara luas ini berawal dari penemuan mayat orok laki-laki oleh warga dekat perkebunan kelapa sawit di Desa Pulau, Kecamatan Tembesi, Kabupaten Batanghari, 29 Mei 2018.

Dari penyidikan kepolisian setempat, mengungkapkan orok malang itu buah dari pemerkosaaan yang dilakukan abang kandungnya, AR. Lantaran malu, WA menggugurkan bayi yang dikandung, kemudian membuangnya.

Atas pengusutan itu WA serta abangnya AR berurusan dengan hukum dan dimejahijaukan. Majelis Hakim PN Batanghari yang menyidangkan 19 Juli 2018 menjatuhkan hukuman, masing-masing WA enam bulan penjara, abangnya AR tiga tahun penjara. (OL-1)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Pelajar SLB Sekayu Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 24 September 2021, 18:06 WIB
SEBAGAI upaya mewujudkan herd immunity, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan menggencarkan vaksinasi...
ANTARA

Rekrutmen CPNS, Sumut Persoalkan Penerapan Tes CAT

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 24 September 2021, 18:01 WIB
SELEKSI Calon Pegawai Negeri Sipil yang menerapkan tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dinilai merugikan peserta yang ingin...
Antara/Ahmad Subaidi.

PWNU NTB Minta Muktamar NU Tetap Digelar Tahun Ini

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 17:53 WIB
Mekanisme dalam Muktamar ke-34 di Lampung, kata dia, PWNU NTB masih memandang pemilihan Rais Am tetap dilakukan oleh ulama yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya