Minggu 15 Maret 2015, 00:00 WIB

Permintaan Orang Rimba Dikabulkan

MI/SOLMI | Nusantara
Permintaan Orang Rimba Dikabulkan

MI/SOLMI

 
PERMINTAAN orang rimba atau suku Anak Dalam dari tiga kelompok ketemenggungan asal belahan timur Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Kabupaten Batanghari, Jambi, bakal terkabul. Pasalnya, pertemuan Menteri Sosial Khofi fah Indar Parawansa, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, dan manajemen perusahaan perkebunan hutan tanaman industri (HTI) PT Wana Perintis di Kota Jambi, Jumat (13/3), membuahkan hasil. Setelah tragedi meninggalnya 11 warga mereka tiga bulan terakhir, suku Anak Dalam melalui Mensos meminta diberi layanan pendidikan, kesehatan, dan pengembalian lahan nenek moyang mereka untuk berladang dan berkebun. Permintaan mereka pun diperjuangkan pemerintah.

Dalam pertemuan, salah satu pemimpin PT Wana Perintis, Nurhasan, kepada Mensos dan Gubernur Jambi menyatakan sanggup melepas 114 hektare dari 6.900 hektare lahan HTI tanaman karet untuk kawasan kehidupan orang rimba. Namun, Nurhasan mensyaratkan pelepasan lahan tersebut harus dibuatkan memorandum of understanding (MoU) dulu antara perusahaan dan pimpinan orang rimba. Melalui pertemuan yang awalnya berjalan alot, Mensos dan Gubernur Jambi meminta sepekan ke depan masalah MoU sudah akan terealisasi dengan bantuan fasilitasi Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Menurut Mensos, untuk percepatan pelepasan sebagian area konsesi HTI PT Wana Perintis, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan. “Secara bersama-sama," jelas Mensos, “termasuk Gubernur Jambi dan KKI (Komunitas Konservasi Indonesia) Warsi akan mengawalnya sampai tuntas." Mensos menambahkan penyediaan lahan topangan hidup itu diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan pangan orang rimba. Tiga perusahaan Melalui pertemuan PT Wana Perintis dengan Mensos dan Gubernur Jambi itu, berarti sudah tiga perusahaan yang merespons permohonan pengayoman kehidupan orang rimba di area konsesi. Manajer Pemberdayaan Sosial KKI Warsi Robert Aritonang mengatakan dua perusahaan terakhir, yakni PT Lestari Asri Jaya dan PT Tebo Multi Agro di Kabupaten Tebo, juga telah merespons positif permintaan tersebut.

Direktur Regional PT Lestari Asri Jaya Warman Purba membenarkan hal itu, kemarin. Menurut dia, selain mengalokasikan lahan seluas 700 hektare buat orang rimba, pihaknya memberikan pengayoman antara lain dengan membangunkan sejumlah kolam buat budi daya ikan air tawar, penggarapan, dan pengawasan pembibitan. Sekjen Kemenhut Hadi Daryanto mengatakan perusahaan pemilik HTI akan diberi peringatan sebanyak tiga kali untuk memberikan konsesi kepada suku Anak Dalam.  "Setelah itu, jika tetap membandel, izin perusahaan mereka akan dicabut." Hadi menambahkan pihaknya memberikan enclave (daerah kantong) kepada suku Anak Dalam dengan melepaskan area HTI.

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

NasDem Santuni 3 Bersaudara yang Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

👤Reza Sunarya 🕔Senin 02 Agustus 2021, 05:59 WIB
Saan mengatakan NasDem akan menjamin seluruh pendidikan mereka hingga lulus perguruan...
Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...
MI/Ruta Suryana

Gratis, 1000 Nasi Bungkus per Hari di Kota Denpasar

👤Arnoldus Dhae 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 20:38 WIB
"Karena ada PPKM level 4 dan kasyarakat sangat membutuhkan bantuan maka kami aktifkan lagi dapur umum ini," kata Wali Kota, Jaya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya