Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Menguatkan Narasi Kebinekaan di Jabar

Micom
15/12/2017 18:15
Menguatkan Narasi Kebinekaan di Jabar
(Ist)

SEBAGAI provinsi dengan populasi terbanyak, Jawa Barat menghadapi tantangan kebinekaan yang tidak sederhana dalam mengkonsolidasikan demokrasi Indonesia. Terlebih, kerusakan akibat pilkada DKI Jakarta yang secara serampangan menggunakan isu SARA masih terasa menjelang pilkada 2018 Jabar.

Di sisi lain, Jabar senantiasa menduduki tingkat intoleransi dan diskriminasi tertinggi dalam laporan tahunan hasil penelitian dan pemantauan kebebasan beragama sebagaimana dilakukan Setara Institute maupun Wahid Foundation.

Karena itu, sangat mendesak membuat ruang bersama di kalangan masyarakat sipil untuk menggali, memetakan dan merumuskan bersama masa depan Jabar yang lebih ramah terhadap keberagaman, serta menuntut tanggung jawab pemerintah untuk menghormati, melindungi dan memenuhi segenap hak-hak dasar warganya.

Fakta-fakta tersebut telah melatarbelakangi gelaran December Light Fest 2k17: Celebrate Our Diversity yang dilaksanakan hari ini, Jumat (15/12) di Auditorium Mas Soeharto, Graha Pos, Kota Bandung.

"Kegiatan itu menjadi ikhtiar dalam mengembangkan dan menguatkan perjumpaan lintas komunitas agama atau kepercayaan, etnis, gender, akademisi, organisasi masyarakat sipil dan generasi muda di Jawa Barat," kata Ketua Panitia August Leonardo dalam siaran pers, Jumat (15/16).

Festival kerja sama lebih dari 20 organisasi masyarakat sipil itu digelar untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat luas, khususnya generasi muda, dalam melahirkan narasi-narasi alternatif keberagaman melalui berbagai gagasan dan ekspresi dari level nasional dan lokal.

December Light Fest 2k17, sambung August, juga menginisiasi perjumpaan antartokoh agama, etnis, gender dan generasi muda tingkat nasional dan daerah sebagai basis pengembangan kesadaran kebinekaan melalui berbagai bidang kehidupan. Termasuk ekonomi dan sosial budaya.

"Festival ini ingin melahirkan narasi-narasi alternatif terkait topik kebinekaan sebagai penyeimbang yang diharapkan mampu merebut dan mengganti narasi-narasi kekerasan dan intoleran yang memenuhi ruang-ruang kehidupan di masyarakat akar rumput," ia menambahkan.

Kesadaran aktif di kalangan masyarakat luas, khususnya generasi muda, terhadap topik-topik kebinekaan juga menjadi salah satu sasaran yang ingin digugah melalui festival tersebut. Harapannya, kesadaran itu kemudian dapat dilanjutkan dalam proses pendidikan publik dan pemberdayaan masyarakat

Yang tak kalah penting juga, menurut August, pertemuan seperti ini penting untuk menumbuhkan komunikasi, kerja sama dan solidaritas antarjejaring pemerintah, pengusaha, komunitas, akademisi dan media di Jawa Barat.

"Sehingga tercipta sinergi dalam melakukan kerja-kerja bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis social entrepreneurship," tutupnya. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya