Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

KTP Ketua KPU pun Ikut Dicatut

Januari Hutabarat
06/12/2017 11:40
KTP Ketua KPU pun Ikut Dicatut
(MI/RAMDANI)

MIFTAHUR Rozak terkaget-kaget. Anggota Komisi Pemilihan Umum Sampang, Jawa Timur, itu mendapati fotokopi KTP elektronik miliknya berada di dalam tumpukan berkas dukungan pasangan bakal calon perseorangan Riko Sebastian Ariesta dan Mohammad Wasil.

Tidak hanya Miftahur. Fotokopi KTP-E milik Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif juga berada di tumpukan berkas yang sama. Mereka juga menyertakan fotokopi KTP-E anggota DPRD Sampang Aulia Rahman.

"Saya sudah menghubungi Ketua KPU dan memastikan nama kami dicatut sebagai pendukung. Kami tidak pernah memberikan dukungan kepada siapa pun," jelas Miftahur, kemarin.

Syamsul Muarif berada di dalam berkas dukungan yang berasal dari Desa Sogian, Kecamatan Omben. Sementara itu, Miftahun dari Kelurahan Pangongsean, Torjun.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengaku tidak pernah mendukung calon perseorangan. Dia masih akan menelusuri beredarnya dukungan tersebut.

"Saya merasa aneh saja. Saya tidak pernah memberikan KTP elektronik saya kepada siapa pun, tetapi tiba-tiba ada fotokopinya dan menjadi pendukung bakal calon perseorangan," tandas Syamsul.

Soal pelanggaran yang dilakukan peserta pilkada dari jalur perseorangan, Ketua KPU Kalimantan Tengah Achmad Syar'i mengaku kesulitan untuk menyengketakan mereka. Di lapangan banyak ditemukan KTP yang dikumpulkan didapat dari instansi tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya.

"Saat petugas KPU melakukan verifikasi dan mendatangi pemilik KTP, mereka mengaku tidak pernah menyerahkan KTP kepada calon tertentu. Namun, saat mereka diminta menandatangani laporan, kebanyakan warga menolak karena tidak mau terlibat urusan hukum," paparnya.

Di Kalimantan Tengah, pasangan calon yang maju lewat jalur perseorangan cukup ramai. Di Katingan ada tiga pasangan calon, Palangka Raya lima pasangan calon, dan Murung Raya satu pasangan calon. Tujuh kabupaten lain tidak menyertakan calon perseorangan.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, KPU juga masih memverifikasi berkas calon perseorangan dari pasangan Chrismanto Lumbantobing dan Hotman Hutasoit. "Sejauh ini, kami baru menemukan adanya pendukung yang sudah berpindah alamat. Kami meminta itu diperbaiki," kata Ketua KPU Tapanuli Utara Rudolf Sirait.

Di sisi lain, calon-calon dari jalur partai politik juga masih mematut diri. Di Banyumas, Jawa Tengah, Partai Amanat Nasional sudah menerima enam nama untuk diusung.

"Dalam pekan ini, kami akan menggelar pleno untuk menetapkan dua nama untuk diajukan ke pengurus PAN Jawa Tengah. Pertengahan Desember, kami berharap sudah ada rekomendasi calon yang didukung PAN," kata Ketua PAN Banyumas Arif Harijanto.

Sejumlah nama kuat sudah mendaftar ke PAN. Mereka di antaranya mantan Bupati Banyumas Mardjoko. Tokoh ini diperkirakan juga akan mendapat dukungan dari Golkar, Gerindra, PKS, PPP, dan Demokrat.
Sementara itu, Partai Hanura juga belum menentukan sikap untuk mengajukan nama di pilkada Kota Pangkalpinang. "Sampai saat ini, kami baru memantau. Masih wait and see," aku Ketua Partai Hanura Bangka Belitung Alexander Fransiscus.

Soal koalisi, ia juga menyatakan, belum ada kesepakatan dengan partai tertentu. "Kami masih sangat terbuka. Belum ada yang mengerucut, baik soal koalisi partai maupun dukungan terhadap calon tertentu," tandasnya. (MG/SS/LD/RF/TS/Ant/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya