Selasa 07 Juli 2015, 00:00 WIB

Revitalisasi Kelistrikan Bandara Soekarno-Hatta Setahun

Bow/Wib/Gan/SM/X-4 | Megapolitan
Revitalisasi Kelistrikan Bandara Soekarno-Hatta Setahun

Sumber: Dokumentasi MI/Zic/L-2

 

MANAJEMEN PT Angkasa Pura (AP) II menargetkan revitalisasi sistem kelistrikan di seluruh bangunan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, selesai pada akhir 2016.

Hal itu dikatakan Dirut PT AP II Budi Karya Sumadi saat menanggapi desakan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk secepatnya mengaudit sistem kelistrikan di Bandara Soekarno-Hatta yang sudah sangat tua dan tidak mengantongi sertifikat laik operasi tersebut.

"Kami menduga telah terjadi hubungan arus pendek listrik di JW Sky Lounge Terminal 2E. Revitalisasi kami mulai tahun ini," tegas Budi.

Sebelumnya, Minggu (5/7), telah terjadi kebakaran yang menghanguskan ruangan di JW Sky Lounge Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta serta mengganggu operasional bandara. Akibat insiden tersebut, puluhan jadwal penerbangan domestik ataupun internasional mengalami keterlambatan (delayed) hingga menimbulkan antrean panjang penumpang di check-in counter sampai kemarin

Atas peristiwa tersebut, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menuntut manajemen AP II memberikan ganti rugi kepada calon penumpang yang mengalami keterlambatan. "Itu bentuk kompensasi kepada pengguna moda transportasi angkutan udara, tidak cukup hanya minta maaf."

Pengamat penerbangan Ruth Hanna Simatupang menegaskan Kementerian Perhubungan turut bertanggung jawab atas standar operasi penanganan krisis di terminal bandara.

"Tidak bisa menyalahkan operator (bandara). Menteri Perhubungan memiliki tugas untuk melakukan pembinaan seperti mengecek, memberikan rekomendasi, memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan. Bukan memberikan kecaman," ujar Ruth.

Hal senada dikatakan anggota Komisi V DPR Yudi Widiana. Menurut Yudi, Kementerian Perhubungan ikut bertanggung jawab atas kejadian itu. "Itu sudah diatur dalam standar dan rekomendasi keamanan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Nomor 139. Kementerian BUMN pun patut dipersalahkan karena tidak menyiapkan SDM yang paham tentang operasional kebandaraan. Selama ini, yang lulus (uji) itu hanya sistem penerbangan, sedangkan sistem keamanan tidak."

Baca Juga

dok Master Trust Law

Investasi Raja Koin Indonesia Dilaporkan Nasabahnya

👤RO/Micom 🕔Jumat 28 Januari 2022, 16:03 WIB
Nasabah tidak bisa mencairkan cek karena rekening PT MTI telah...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

DPRD DKI Kritik Studi Banding Jakpro Soal Formula E ke Arab Saudi

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:39 WIB
Karena harga tiket di Arab Saudi pasti jauh lebih mahal dari Jakarta untuk kelas tiket yang sama, sehingga menurutnya tidak ada gunanya ke...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Petani Desa Bojong Koneng Puluhan Tahun Garap Lahan Sentul

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:30 WIB
Di atas lahan seluas 3 hektare, warga menggarap lahan itu untuk bercocok tanam pertanian dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya