Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Risma, Ganjar, dan Ahok Jangan Diadu

Yogi Bayu Aji/MTVN
11/3/2016 20:13
Risma, Ganjar, dan Ahok Jangan Diadu
(Metrotv)

PENGAMAT Politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta Ansy Lema menilai membangun Indonesia harus dimulai dari daerah. Untuk itu, ada baiknya tiap daerah memiliki pimpinan yang berkompeten.

Dia menilai, calon kepala daerah yang terbukti baik jangan bertarung dalam satu pilkada. Tapi, mereka tetap berada di daerahnya masing-masing agar bisa bersinergi.

"Orang baik jangan diadu. Risma (Tri Rismaharini, wali kota Surabaya), Ganjar (Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa, dan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, gubernur Jakarta) jangan diadu," kata Ansy dalam diskusi di Restoran Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/3).

Menurut dia, tokoh seperti ketiganya sebaiknya disebar ke seluruh Nusantara untuk memperbaiki Indonesia. "Bu Risma jadi pemimpin beri perubahan. Begitu juga Ridwan Kamil di bandung, dan ahok. Bisa dibedakan dari gubernur lain," jelas dia.

Partai, kata dia, punya tugas untuk mencari bakat-bakat terbaik untuk menjadi kepala daerah. Tokoh semacam mereka tak bisa keluar bila partai hanya membuka lapak calon kepala daerah.

Ansy pun yakin sejatinya Indonesia tak pernah kehabisan calon kepala daerah berkualitas. Dia mencontohkan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang bisa membawa perubahan ke daerahnya.

"Bantaeng jadi tempat belajar tata kelola pemerintahan dan juga tempat tujuan wisata," papar dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya