Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Al-Azhom sudah memasuki hari kelima, sejak dibuka oleh Walikota Tangerang Arief Wismansyah pada Sabtu, 31 Agustus lalu. Gelaran rutin untuk memperingati 1 Muharram tersebut dikemas berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain diikuti oleh perwakilan kota dan kabupaten se-Jabodetabek serta negara undangan, Festival Al-Azhom menyentuh kalangan terbatas seperti anak didik Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Khusus Anak.
Untuk pertama kalinya, sebanyak 12 anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kota Tangerang tampil di hadapan publik untuk unjuk kemampuan mereka.
Mereka tersebar di beberapa kategori yang dilombakan, seperti lomba kesenian hadrah, musabaqah tilawatil quran (MTQ), hingga lomba dai cilik. Seperti yang dijelaskan oleh Kasubsie Pendidikan & Latihan Kerja Bergy Riyadi di sela-sela perlombaan, Rabu (4/9) di kawasan Masjid Al-Azhom, Tangerang.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih sekali kepada panitia Festival Al-Azhom yang telah memberikan kesempatan kepada anak binaan kami untuk tampil dalam kompetisi skala internasional ini. Dengan undangan ini, anak-anak bisa unjuk keahlian mereka selama dibina di LPKA," ujar Bergy dalam keterangan tertulisnya.
Sepuluh anak didik Lapas dalam satu tim hadrah harus bersaing dengan wakil negara tetangga semisal peserta dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Kamboja.
Baca Juga: Di Jakbar, Lebih dari 50 Perusahaan tidak Daftar BPJS Kesehatan
Sama halnya dengan seorang perwakilan Lapas di kategori MTQ internasional. Sementara yang lainnya adu kemampuan sebagai da'i cilik.
Dalam kesempatan yang sama, pembina anak didik Lapas dalam Festival Al-Azhom ini, Andri Ferly berharap pengalaman mengikuti event besar dapat berguna di masa mendatang.
"Diharapkan festival ini bermanfaat untuk menyemangati mereka dalam menempa diri agar bisa lebih baik lagi dan menjadi insan yang berguna ketika kembali ke masyarakat," tutur Ferly menimpali.
Festival Al-Azhom telah memasuki tahun kedelapan dan menjadikan Masjid Raya Al-Azhom sebagai pusat kegiatan festival. Mulai dari Karnaval Budaya, Festival Marawis, tabligh akbar, seminar, kajian dan dialog interaktif, aneka lomba islami seperti yang telah disebutkan di atas hingga pawai sarungan dan donor darah.
Dengan banyaknya kegiatan menarik, Pemerintah Kota Tangerang menargetkan 10 ribu pengunjung dari Jabodetabek hadir untuk menikmati festival kali ini. Bahkan, jumlah tersebut bisa membludak saat hari terakhir event.
"Festival Al-Azhom telah menjadi sentral pegnembangan majelis ilmu dan peradaban Islam serta ajang silahturahmi pemuda. Harapannya, dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dapat menciptakan masyarakat madani yang berakhlakul karimah," kata Ketua Panitia Festival Al-Azhom, Romi Abidin. (RO/OL-7)
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Sekitar 1.400 peserta dari belasan kota berkumpul di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/11), mengikuti Fun Walk 5 km dalam rangkaian perayaan 75 tahun BPK Penabur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved