Rabu 24 Juli 2019, 10:30 WIB

Dilarang Dagang Hewan Kurban di Trotoar Ibu Kota

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dilarang Dagang Hewan Kurban di Trotoar Ibu Kota

MI/Galih Pradipta
Sejumlah kendaraan melintasi lapak pedagang hewan Qurban yang berjualan di pinggir jalan di Jakarta.

 

PEDAGANG hewan kurban dilarang berjualan di areal fasos-fasum, seperti trotoar dan taman. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, meminta para wali kota dan bupati di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar menyampaikan Instruksi Gubernur itu kepada para pedagang musiman hewan kurban. 

Instruksi Gubernur No 46/2019 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan Kurban Idul Adha 2019/1440 H menyatakan kewenangan pengawasan berada di bawah jajaran pemerintah kabupaten/kota. Penindakan, lanjut Arifin, merupakan upaya terakhir kala para pedagang membandel dan tetap menjual hewan kurban di area tersebut. "Jika diberitahu, dibina, ditegur, masih membandel, terpaksa (ditindak)," terangnya, kemarin.

Mendekati Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus, pedagang hewan kurban mulai berdatangan. Terkadang mereka sembarangan mengambil tempat berdagang meski melanggar ketertiban umum.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rencana pembinaan kepada masyarakat terkait dengan ta-ta cara pemotongan hewan kurban. Kepala Sub Bagian Fasilitas Kegiatan Masyarakat Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Pemprov DKI Jakarta, Andika Jati Zohella, mengungkapkan pembinaan dilakukan kepada unsur dan tokoh masyarakat yang mengoordinasi jalannya pemotongan di wilayah permukiman warga.

Rencananya pembinaan tentang tata cara bagaimana me-motong hewan kurban yang benar dan seperti apa doanya dimulai 24 Juli-30 Juli dengan melibatkan tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia DKI.

Sementara itu, untuk pengawasan kesehatan dan kelaikan hewan kurban, akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan DKI.

Selain tata cara, Pemprov DKI melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, mengingatkan agar seluruh panitia Idul Adha di Jakarta tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai, terutama keresek hitam.

"Kami imbau panitia kurban menggunakan wadah yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, besek daun pandan, atau bahan ramah lingkungan lainnya," cetusnya.

Andono menjelaskan, kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alamiah dan kantong keresek hitam hasil proses daur ulang plastik bekas pakai mengandung zat karsinogen yang berbahaya bagi kesehatan. (Put/J-1)

 

 

Baca Juga

MGN/Sidharta

Aspek Keramaian di Depok Harus Diperketat Menyusul Ratusan Kasus Baru Covid-19

👤Sidharta Agung (MGN), Muklis Efendi (SB) 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:34 WIB
KASUS covid-19 kembali menggeliat di Kota Depok, Jawa Barat, dengan ditemukannya sebanyak 225 pasien baru dalam kurun waktu sebulan...
Antara

UMK Kota Bekasi Naik Menjadi Rp5,1 Juta

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:09 WIB
Sebelumnya pada 2022 UMK Kota Bekasi ditetapkan sebesar Rp4,8...
MI/Rahmatul Fajri

Freddy Widjaja Minta Polisi Buka Lagi Kasus Dugaan Pemalsuan Akta

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:08 WIB
Martin mengatakan, dugaan pemalsuan akta kelahiran dalam penetapan Freddy Widjaja sebagai anak sah dari almarhum Eka Tjipta Widjaja...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya