Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Polisi Temukan Ladang Bibit Ganja dan Katinon di Puncak

Dede Susianti
30/11/2018 19:45
Polisi Temukan Ladang Bibit Ganja dan Katinon di Puncak
(ANTARA FOTO/Rahma)

LADANG seluas 100 meter dan 300 meter persegi yang masing-masing dijadikan lahan pembibitan katinon dan ganja ditemukan di di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Ladang pembibitan katinon ditemukan di area sebuah vila di Desa Tugu Utara, sedangkan ladang ganja ditemukan di Desa Tugu Selatan.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Mochammad Dicky Pastika Gading merilis pengungkapan atau temuan tersebut berbarengan dengan pemaparan hasil Operasi Antik Lodaya 2018, di Mapolres Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (30/11).

Secara keseluruhan, sebut Dicky, ada 26 tersangka yang ditangkap. Adapun barang bukti yang disita berupa ganja, katinon, sabu, obat-obatan, ekstasi dan, obat terlarang lainnya.

"Yang menarik bahwa kali ini kami juga berhasil mengungkap dan menangkap pelaku proses pembibitan dari tanaman narkotika golongan satu ganja dan katinon," ungkap Dicky.

Ladang ganja ditemukan di Tugu Selatan. Di sana sedang proses pembibitan dan proses penanaman di lahan Perhutani.

"Tidak terlalu besar tapi tersembunyi. Dan ini masih proses. Di TKP (tempat kejadian perkara) ada 300 meter, kami cabut dan kami sita. Kami juga temukan proses pembibitan di rumah salah satu tersangka dan juga sudah kita amankan dan kita sita," jelas Dicky.

Untuk katinon, lanjut dia, ditemukan di daerah Tugu Utara. Di sana katinon sudah ditanam sekitar 100 meter persegi dengan 227 batang.

"Ini tentunya akan diproses lagi dengan bentuk narkotika. Untuk kasus ganja kita tangkap dua orang dan untuk katinon satu orang,"katanya.

Di ladang pembibitan katinon, selain yang masih bibit juga ditemukan yang sudah besar. "Kami dapat informasi dari warga dan langsung kami lidik. Mereka akan dijerat Pasal 114 Undang-Undang Narkotika. Ancaman hukumannya berat, di atas 15 tahun maksimalnya," jelasnya.

Dicky mengatakan, pengungkapan tersebut sudah masuk ke hulu, yakni penanaman dan produksi. "Menanam, budidayakan, produksi, akhirnya dijual juga. Ini produksi. Biasanya kita menangkap level-level penjualan," pungkasnya. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya