Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KERETA RINGAN atau Light Rail Transit (LRT) fase I rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dipastikan beroperasi 2019. Kepastian itu, berdasarkan publikasi laporan Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Wiladatika Kota Depok sebagai Stasiun LRT, Senin (26/11).
Publikasi RTBL bertempat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Jalan Raya Jakarta-Bogor Kilometer 34,5 Tapos. Acara itu dihadiri 10 kepala dinas dan badan Kantor Pemerintah Kota Depok, Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan PT Adhi Karya (persero) Tbk selaku pihak kontraktor LRT. Pembangunan konstruksi fisik LRT 99% rampung sebelum operasional pada April 2019.
Para pemangku kepentingan mengumpulkan laporan rencana antisipasi pengelolaan mengingat stasiun LRT akan ada di Kawasan Taman Bunga Wiladatika, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. Terlebih, antisipasi kemacetan lalu lintas.
Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Ari Manggala dalam laporannya mengatakan penambahan jaringan layanan transportasi di Jabodebek kaitannya untuk mengurai kepadatan kenderaan. Nantinya, pemobil dan pemotor akan dilayani LRT.
“Tujuan pengoperasian LRT itu untuk memindahkan transportasi pribadi ke angkutan umum, “ ujar Ari Senin (26/11).
Untuk wilayah Kota Depok, stasiun LRT berlokasi di Taman Bunga Wiladatika, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis. LRT fase I meliputi rute Cawang-Cibubur sepanjang 14, 89 kilometer, Cawang-Dukuh Atas (11,05 kilometer), dan Cawang-Bekasi barat (18,49 kilometer)
“LRT fase I beroperasi April 2019. Kami sudah konsultasikan ke perusahaan kontraktor PT Adhi Karya (persero) Tbk, pembangunan konstruksi fisiknya ditargetkan rampung tahun ini dan akan beroperasi sesuai rencana, “ ujar Ari.
Kemudian, pembangunan LRT fase II mencakup rute yang melintasi wilayah Taman Bunga Wiladatika (Kota Depok), Bogor, Cibubur, Dukuh Atas, Palmerah, dan Grogol.
Dalam rapat Pemkot Depok dan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, menurut Ari, telah disepakati pembangunan LRT fase II untuk segera dilaksanakan setelah LRT Fase I rampung dan dioperasikan April 2019. Hal itu disebabkan kereta rel listrik (KRL atau commuter line) yang ada sekarang dirasakan sudah tidak lagi memadai untuk melayani seluruh penumpang Jabodetabek.
“Kondisi KRL sudah maksimal durasinya 4 menit dengan jumlah kapasitas gerbong 12 gerbong sehingga sulit untuk ditambah lagi kapasitasnya, “ imbuhnya.
Ari menambahkan meski tahap rencana, Perpres LRT fase II tentang percepatan penyelenggaraan kereta ringan terintegrasi di wilayah Jabodetabek sudah ada yaitu Perpres Nomor: 49/2017. Ari mengklaim pembangunan LRT fase I dan II tidak merugikan angkotan umum perkotaan (angkot).
“Malah justru menjadi sebaliknya menguntungkan armada angkot. Karena angkot-angkot mengangkut banyak pengguna kereta ringan dari Kota Depok ke Jakarta, Bogor, Bekasi yang jumlahnya mencapai 116 ribu orang tiap harinya, “ akunya. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved