Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Mengira Mahal, Warga Takut Naik Bus Trans-Patriot

Gana Buana
26/11/2018 14:40
Mengira Mahal, Warga Takut Naik Bus Trans-Patriot
(ANTARA)

SEMBILAN unit bus Trans-Patriot mulai beroperasi sejak Senin (26/11) pagi di jalan Kota Bekasi. Operasional bus yang sempat tertunda hampir satu tahun itu nyatanya belum banyak diketahui warga setempat.

Berdasarkan pemantauan, bus Trans-Patriot mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB dengan rute Harapan Indah-Terminal Bekasi. Sayangnya, meski keluar sejak pagi hari warga Kota Bekasi segan menumpang bus berwarna hijau kuning tersebut.

Dian, salah satu warga yang tengah menungu angkutan di Jalan Sudirman, Bekasi Barat mengaku melihat beberapa bus berlogo Trans-Patriot melaju di depan matanya sejak pagi. Namun, ia tidak mengetahui bahwa bus tersebut merupakan angkutan umum.

“Saya lihat bus tersebut wara-wiri di depan saya, saya pikir bus pegawai pemerintah malah,” ungkap Dian, 24, Senin (26/11).

Menurut seorang pegawai swasta ini, pemerintah harus aktif memberikan sosialisasi pada warga, baik melalui media massa ataupun media sosial. Dengan begitu, inovasi yang menyentuh warga langsung bisa dirasakan.

“Agak takut sih naik bus begitu, bagus, terlihat baru kalau mahal gimana,” imbuhnya.

Di dalam bus 3/4 ini ada beberapa fasilitas yang disiapkan Pemkot Bekasi bagi warga. Selain 20 unit bangku duduk yang nyaman, bus tersebut dilengkapi dengan pendingin udara, kamera pengintai (CCTV), bangku prioritas (bagi lansia, ibu hamil dan membawa balita, serta penyandang disabilitas), pegangan tangan bagi penumpang berdiri, alat pemadam api ringan kecil, serta alat pemecah kaca, dan tombol pemberhentian bus.

Satu bus dilayani seorang petugas layanan bus (PLB) dari Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) yang menjaga pintu, serta seorang sopir berpengalaman dari Perum Damri.

“Kalau bus penuh, bisa mengangkut penumpang sekitar 41 orang,” ungkap salah satu PLB Dian Abdiansyah.

Menurut dia, masih banyak warga yang belum tahu adanya bus ini. Padahal, mulai Senin (26/11) hingga Minggu (2/12) penggunaan bus tersebut masih gratis. Ia mengaku, sampai dengan pukul 08.35 WIB, bus yang sedang ia jaga baru mengangkut dua orang penumpang.

“Warga takut naik bus ini, takut mahal katanya, padahal masih gratis,” kata Abdiansyah.

Adapun rute uji coba bus Trans-Patriot meliputi halte Gerbang Harapan Indah Timur, Pondok Ungi Naga, Alaxindo, Kalibaru, Stasiun Kranji, Grand Mal, Pemkot Bekasi, Bulan-bulan, Pasar Proyek, Pemda Lama Gedung Papak, Lapangan Multiguna RS Bella dan Terminal Induk Kota Bekasi. Rute ini berjarak sekitar 9,6 kilometer (km) dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit.

Sebaliknya, dari Terminal menuju Harapan Indah, bus Trans-Patriot akan melintas di halte Stasiun Bekasi Timur, Bulak Kapal, Bekasi Trade Center (BCP), Pos Polisi Bekasi Timur, Blue Plaza, Unisma, Setia Kawan, Rawapanjang, Pekayon Revo, Tol Bekasi Barat 2, Bekasi Cyber Park (BCP), Stadion Patriot Candrabhaga, Taman Kota, Perumnas 1, Pertokoan Kranji, Harapan Baru, Alexindo, Pondok Ungu Vespa, Gerbang Harapan Indah Barat. Giant Harapan Indah dan berakhir Terminal Harapan Indah. Rute menempuh jarak sejauh 14,7 km dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

“Naik turun penumpang hanya bisa dilakukan di halte yang disediakan. Di luar halte, tidak boleh menaikkan dan menurunkan penumpang,” tandas Abdiansyah. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya