Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta panitia acara 'Untukmu Indonesia' di Monas meminta maaf kepada keluarga korban yang tewas setelah acara tersebut.
"Termasuk buat Ibu Kokom (orang tua korban), yang kita harapkan agar panitia juga gentleman dong, ksatria meminta maaf. Kami saja yang tidak salah minta maaf," ujar Sandiaga, di Pasar Pelita, Jl Papanggo II, Jakarta Utara, Kamis (3/5).
Ibu Kokom yang disebut Sandi ialah Komariah, orang tua bocah yang tewas setelah mengantre sembako di Monas. Pemprov DKI sudah semaksimal mungkin membantu keluarga korban. Sandi mengatakan, Pemprov DKI akan tetap ikut bertanggung jawab. Ia pun meminta pihak panitia melakukan hal yang sama.
"Apa yang terjadi di DKI, kita tidak bisa cuci tangan. Ini adalah kejadian yang ada di wilayah DKI dan kami harus hadir di sana, enggak bisa bilang itu bukan tanggung jawab kita," ujar Sandi.
Dia juga berkomentar tentang panitia "Untukmu Indonesia". Dia mengatakan, Dave Santosa, sebagai ketua panitia sebenarnya memiliki rekam jejak yang bagus.
Sandi sudah bertemu Dave setelah kejadian ini dengan bantuan Ketua Perindo DKI Sahrianta Tarigan. Dia berharap, Dave bisa membantu keluarga korban juga.
"Dave ini tokoh, karena ternyata rekam jejaknya cukup bagus di perhelatan-perhelatan sebelumnya sebagai relawan. Saya imbau juga mudah-mudahan bisa memberikan empatinya kepada keluarga korban," lanjut Sandi.
Sebelumnya, Kuasa hukum Komariah yaitu M Fayyad mengatakan, panitia Forum Untukmu Indonesia belum pernah menemui kliennya sejak anak bungsu Komariah, MR, 11, tewas saat mengantre sembako dalam kegiatan yang diadakan forum itu di Monas, Sabtu (28/4) pekan lalu.
Menurut Fayyad, ketua panitia forum itu, Dave Santosa, juga belum pernah menghubungi Komariah untuk mencari tahu keadaan Komariah maupun memberikan ucapan belasungkawa atas kematian MR.
"Belum pernah menemui, baik kepada klien maupun kepada saya selaku kuasa hukum. Enggak ada yang datang menghubungi," ujar Fayyad. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved