Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PAM Jaya: Pekerja yang Tewas Bukan Karyawan Kami

Yanurisa Ananta
02/5/2018 17:34
PAM Jaya: Pekerja yang Tewas Bukan Karyawan Kami
(thinkstock)

SETALI tiga uang dengan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), PD Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mengatakan, pekerja yang tewas tertimbun tanah di Jalan Jembatan III, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan pekerja mereka. Setelah melakukan pengecekan ke lokasi pekerjaan, PAM Jaya memastikan pekerja merupakan karyawan pihak kontraktor, yakni PT Bone Mitra Abadi.

"Dipastikan bahwa pekerja yang dimaksud adalah karyawan kontraktor yang melakukan proyek pemasangan jaringan distribusi ke Wilayah Rusun Penjaringan," kata Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat melalui keterangan tertulis, Rabu (2/5).

Kendati demikian, PAM Jaya tidak menampik bahwa proyek yang tengah dikerjakan korban merupakan proyek PAM Jaya. PAM Jaya tengah melakukan pekerjaan membangun jaringan distribusi pipa ke Rusun Penjaringan Tower 1 dan 2 (Blok E, F, dan G) di Jalan Tanjung Wangi atau Tanah Pasir. Proyek itu dilakukan sejak 22 Januari 2018 selama 120 hari kalender.

Mengenai tewasnya Tarno (40), seorang pekerja yang tertimbun galian tanah dini hari ini, PAM Jaya pun meminta maaf atas kejadian ini. PAM Jaya pun memastikan keluarga korban akan mendapatkan santunan sesuai ketentuan. Hal itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Utara, Kapolsek setempat dan kontraktor yang bersengkutan.

"PAM Jaya meminta maaf atas insiden ini kepada keluarga korban dan akan memastikan bahwa korban tertangani dengan baik. PAM Jaya akan memastikan bahwa korban dan keluarganya mendapatkan santunan yang cukup dan sesuai ketentuan yang ada," imbuh Erlan.

Ke depannya, Erlan memastikan hal serupa tidak akan terjadi lagi. Dari kejadian ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dan tindakan koreksi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Segera akan dilakukan evaluasi dan tindakan koreksi yang diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Erlan.

Tarno (40) ditemukan tewas tertimbun tanah saat dievakuasi petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara pukul 04.30 dini hari. Tarno dan rekan-rekan sebelumnya diketahui mulai menggali sejak pukul 15.00 sore pada 1 Mei 2018.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya