Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menyatakan, sebanyak sekitar 36 ribu personel polisi akan dilibatkan dalam pengamanan Asian Games di empat provinsi. Berdasarkan pemetaan polisi, kerawanan pada pengamanan Asian Games yang perlu diwaspadai ialah masalah terorisme, kejahatan konvensional, dan kemacetan lalu lintas.
"Kita buat operasi khusus pengamanan, ini melibatkan lebih kurang 36 ribu anggota. Kita amankan atletnya, venuenya, tempat pertandingan, tempat pos atletnya, officialnya, media yang hadir, termasuk pengunjung dan masyarakat," terang Kapolri di Jakarta, Rabu (2/5).
"Kalau saya melihat, kerawanan paling utama adalah kalau terorisme kita sudah bergerak. Masalah kejahatan konvensional seperti copet dan jambret kita juga sudah bergerak. Cuma masalah kemacetan lalu lintas," lanjutnya.
Berbeda dengan di Palembang, penyelenggaran di Jakarta dipredikasi terancam potensi kemacetan yang sangat tinggi. Namun Pemprov DKI saat ini masih mempertimbangkan usulan dari Ketua Inasgoc agar anak-anak sekolah diliburkan selama Asian Games berlangsung. Hal itu setidaknya akan mengurangi kemacetan sebesar 20-30%.
"Di Jakarta, karena hari kerja biasanya macet. Diharapkan 45 menit sudah sampai lokasi, ada yang lokasinya jauh seperti di Taman Mini, Tangerang, Depok. Ini nanti kita akan escort, akan kawal. Kalau di palembang tidak ada masalah karena adanya di jaka baring semua. Mungkin masyarakat yang mau menonton. Atau atlet yang mungkin mau jalan-jalan ke mall atau ke Sungai Musi. Nanti juga ada pengamanan khusus," pungkas Kapolri. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved