Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tak Mau Kalah dengan DPR Senayan, Gedung DPRD DKI juga Melengkung

Akmal Fauzi
15/12/2017 16:13
Tak Mau Kalah dengan DPR Senayan, Gedung DPRD DKI juga Melengkung
(Ist)

DULU gedung DPR RI di Senayan yang disebut-sebut miring. Seakan tak mau kalah, kini giliran gedung DPRD DKI Jakarta di Kebon Sirih yang dikabarkan melengkung. Bagian yang melengkung itu terdapat di sekitar lantai 11 di sisi yang terletak di samping gedung Blok H Balai Kota.

Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI, Ongen Sangadji meminta dibentuk pansus audit konstruksi gedung dewan. Sebab, kata Ongen, berdasarkan laporan dari beberapa ahli, coran beton tiang gedung dewan kosong.

"Itu kan membahayakan kalau tidak dilakukan audit konstruksi. Makanya pansus mesti dibentuk. Ini aneh, setiap tahun ada perbaikan tapi ada kerusakan juga. Pansus akan minta audit konstruksi dan anggaran. Jika, ada permainan harus dibawa ke ranah hukum,” ujar Ongen, Jumat (15/12).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau bagian gedung DPRD yang melengkung, Jumat (15/12). Anies menjelaskan, lantai 11 itu bukan diperuntukan pekerja melainkan sebagai ruang mesin pendingin udara Gedung DPRD DKI Jakarta.

"Di ruangan itu kan tidak seperti ruangan kantor biasa. Kalau ini ada alat yang mesin AC bekerja di situ dibangun tahun 2011. Mungkin getarannya cukup kuat di tempat itu lalu harus penguatan ekstra," kata Anies.

Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta Firmansyah yang ditemui pun mengatakan belum memiliki rencana untuk mengosongkan gedung. Pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak pengembang yakni Jaya Konstruksi untuk mengikat beberapa titik sebagai penguatan sementara.

"Kemarin sudah diinspeksi oleh Jaya Konstruksi dan diambil pengamanan awal kita mengikat di beberapa titik untuk penguatan sementara. Hari ini sudah," tegas Firmansyah.

Lapisan semen fiber glass dinding terlihat menggelembung dan retak. Lapisan fiber yang menggelembung tepat di atas lantai yang menghubungkan bangunan DPRD lama dengan yang baru.

Gedung tersebut dikerjakan dengan dana besar, yakni Rp500 milliar secara multiyears atau tiga tahun, yaitu 2010-2013. Tapi baru 4 tahun dipakai, gedung sudah mengalami berbagai kerusakan.

Permasalah kerusakan gedung yang selesai dibangun pada tahun 2014 bukan pertama kalinya. Pada Agustus 2017, ada salah satu lapisan dinding mengelupas dan jatuh ke bawah. (Mal)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya