Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Gorong-Gorong Dipenuhi Sampah, Banjir di Mana-Mana

12/12/2017 06:52
Gorong-Gorong Dipenuhi Sampah, Banjir di Mana-Mana
(MI/BARY FATHAHILAH)

LALU lintas di ruas Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok, Jawa Barat, kemarin nyaris lumpus setelah didera hujan deras selama dua jam.

Buruknya drainase menimbulkan genangan air di mana-mana.

Ketinggian air mencapai 40 sentimeter hingga 60 sentimeter.

"Kalau ini sih bukan genangan lagi namanya, ini sudah banjir. Setengah meter lebih," ucap Tono, salah satu pengendara sepeda motor yang memilih memutar balik kendaraannya karena tak berani melintas di jalan itu.

Warga lainnya, Dusnadi, 41, menambahkan, Jalan Arif Rahman Hakim sejak lama menjadi daerah langganan banjir.

Gorong-gorong yang ada di kanan-kiri jalan tak berfungsi karena dipenuhi sampah.

"Sampah dan endapan lumpur memenuhi gorong-gorong. Itu yang bikin saluran jadi tersumbat. Selain penanganan dari pemerintahnya yang lambat, para pemilik gedung di jalan itu juga cuma bisa menonton saja," ujarnya.

Dusnadi pun berharap pemerintah bisa mencari cara agar banjir tidak datang lagi. Pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat agar muncul kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Sampah yang menyumbat saluran mengakibatkan air enggak jalan ke sungai. Drainasenya buruk banget. Kalau menurut pengamatan saya, salurannya kurang lebar dan dalam sehingga air mudah luber ke jalan," tandasnya.

Tidak hanya di Jalan Arif Rahman Hakim, genangan air juga terlihat di bawah terowongan dipo kereta, Jalan Raya Citayam.

Kawasan tersebut selama ini kerap dilanda banjir jika hujan deras.

Genangan air terjadi lantaran banyaknya sampah yang menyumbat drainase.
Salah satu warga Citayam, Nunu, 34, mengatakan wilayah itu sejak lama menjadi langganan banjir, apalagi jika intensitas hujannya tinggi.

"Di bawah terowongan Dipo memang banjir terus. Meski hujannya sebentar tapi kalau deras, pasti banjir," katanya, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Kota Depok Manto Jorgi mengatakan, titik banjir di kota itu terus berkurang dari tahun ke tahun.

Pada 2015, ada 56 titik banjir di Depok. Jumlah itu berkurang pada 2016 menjadi 45 titik, dan 2017 tercatat 36 titik banjir.

"Meski demikian, kami tetap pantau dan berupaya mengatasi masalah tersebut," katanya. (KG/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya