Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pemuda yang diduga preman terjaring petugas dalam operasi pembersihan premanisme, narkoba, dan kenakalan remaja, di Kota Depok.
Dari mereka, petugas menyita dua besi menyerupai celurit dan beberapa botol berisi minuman keras.
Kapolres Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto mengatakan puluhan preman diciduk di perempatan lampu merah dan tempat nongkrong di Terminal Terpadu, Jalan Margonda, Pancoran Mas, Fly over Arief Rahman Hakim, Beji, Jalan Tole Iskandar, Simpang Depok, dini hari kemarin.
Didik yang baru seminggu menjabat Kapolres Depok mengatakan operasi kali ini bertujuan untuk menekan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) khususnya premanisme, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, KDRT, perkelahian antarkelompok masyarakat.
"Operasi ini dilaksanakan dengan sasaran terkait premanisme (kejahatan jalanan) untuk menekan tindakan kri-minalisme melalui upaya pencegahan tindak pidana. Kepada masyarakat kita harapkan bisa ikut berpartisipasi menjaga situasi kamtibmas di Kota Depok," ujar dia, kemarin.
Pihaknya, belakangan ini kerap menerima laporan dari warga terkait maraknya aksi premanisme.
Para pelaku kejahatan itu kerap melakukan aksi brutal.
Beberapa pekan lalu kelompok preman berkedok pengatur lalu lintas melakukan pemerasan terhadap pengguna kenderaan hingga terlibat cekcok.
Terkait laporan itu, pihaknya menempatkan anggota di lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul pemuda tersebut.
Hasilnya, preman berkedok pengamen jalanan kami ciduk. Selain itu timer, penjudi, serta penjual miras dari dalam Terminal Depok ikut diciduk.
"Sekitar 30 botol serta beberapa kemasan kantung plastik miras kita sita," ujarnya.
Rutinitas
Polda Metro Jaya menggelar Operasi Premanisme untuk menciptakan situasi kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dalam operasi ini, polisi menyasar pelaku kriminal di tempat-tempat keramaian.
Operasi itumerupakan kegiatan rutin setiap menjelang Natal dan Tahun baru.
"Hal ini merupakan atensi pimpinan terkait operasi cipta kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, akhir pekan lalu.
Dijelaskan Argo, dalam kegiatan ini, anggota polisi melakukan pengamanan dengan pola tertutup dan terbuka.
Pola pengamanan terbuka dengan mengedepankan patroli anggota berseragam.
Sebaliknya pengamanan terutup dilaksanakan anggota reserse dan intel yang menyamar di tengah-tengah masyarakat.
"Sehingga ketika terjadi gangguan kamtibmas apa pun, baik itu kejahatan kriminal konvesional maupun kejahatan terorganisasi dapat segera teratasi, sehingga di situ negara hadir," lanjut Argo.
Selama operasi ini, polisi mengamankan tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaan hingga stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan. Segala kejahatan akan ditindak polisi.
"Sasaran operasi mulai dari copet, jambret, curanmor, dan kejahatan lainnya," sambung Argo. (KG/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved