Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN dana bagi pemegang kartu Jakarta pintar (KJP) yang sebelumnya tidak pernah bermasalah kini dikeluhkan sejumlah orangtua karena jumlahnya berkurang dan jadwalnya tak menentu.
Yanto, 57, warga Kecamatan Kebayoran Baru, mengaku besaran pada saldo KJP yang diterima anak sulungnya berkurang sejak Oktober, dari Rp300 ribu menjadi Rp180 ribu pada dua bulan belakangan.
"Anak saya itu sejak SMP dapat KJP sekarang dua sudah SMA, baru kali ini KJP ada potongan. Sejak gubernur ganti, saya ingat betul uang KJP anak saya tidak pernah utuh," ungkapnya kepada Media Indonesia, kemarin.
Tak hanya itu, jadwal penambahan saldo pun kini tidak pasti. Hingga kemarin, dia mengaku belum menerima dana. "Dulu tepat waktu setiap tanggal 8, sekarang tidak jelas," sambung pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng itu.
Dia mengaku Bank DKI tidak memberikan alasan atas masalah itu. "Orang lain juga ada potongan, beda-beda. Saya tidak tahu kenapa uang itu bisa berkurang. Tidak tahu saya pemerintah mau potong anggaran atau apa," paparnya.
Pengakuan serupa dilontarkan warga Kecamatan Tanah Abang, Sopiah, 34. Pedagang gorengan di sekitar Museum Tekstil, Tanah Abang, itu mengaku anaknya yang masih duduk di bangku SD tidak lagi menerima Rp100 ribu. "Beberapa bulan ini Rp80 ribu. Saya bingung kenapa bisa berkurang begitu," ujarnya.
Meski demikian, Sopiah mengaku belum melaporkan hal itu. "Tidak mau juga saya lapor, takutnya anak saya tidak dapat lagi KJP. Uangnya juga sering saya pakai untuk kebutuhan makan," tuturnya.
Bertahap
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku hingga saat ini belum ada laporan tentang masalah dalam penyaluran dana KJP.
"Kami pastikan tidak ada potongan atau pengurangan dana terhadap penerima KJP. Mereka akan mendapatkan dana sesuai dengan besaran yang ada di tiap jenjang pendidikan," tegas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto, kemarin.
Menurutnya, pencairan oleh Bank DKI dilakukan bertahap karena jumlah penerima KJP tahap II banyak, mencapai 778.058 peserta didik. "Untuk periode Juli-Desember 2017, memang baru dilakukan 5 Desember dan perlu diverifikasi nomor rekening penerima KJP sehingga tidak terjadi kesalahan," ujarnya.
Dia mengimbau warga untuk melapor ke Kantor Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) di Jalan Jatinegara Timur IV No 55, Rawabunga, Jatinegara, dengan pesan singkat ke nomor 089525767869. (Sru/Gan/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved