Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan light rapid transit (LRT) fase 1 yang menghubungkan Rawamangun-Kelapa Gading sudah bisa bisa dioperasikan sebelum perhelatan Asian Games pada Agustus 2018.
Saat bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, kemarin, Anies melaporkan kemajuan pengerjaan proyek tersebut yang nyaris tanpa masalah sehingga direncanakan sudah bisa beroperasi paling lambat Juli 2018.
"Kami laporkan pada Pak Menteri soal persiapan Asian Games. Untuk LRT, gerbongnya akan tiba April 2018, kami siap. Kemudian Mei-Juni itu dilakukan commissioning dan, insya Allah, Juli itu paling akhir sudah bisa beroperasi," kata Anies.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi menambahkan, secara keseluruhan progres proyek LRT fase 1 telah mencapai 46,09%. Ia optimistis akan target beroperasinya LRT pada Juli 2018.
"Pekerjaan yang butuh waktu lama adalah pekerjaan sipil. Saat ini kontraktor sangat yakin bisa memenuhi jadwal yang diberikan. Juga sedang dilakukan langkah-langkah percepatan dengan pararel proses dan value engineering, mengikuti keinginan Pak Wagub untuk dipercepat ke Juli," kata Satya.
Selain membicarakan progres kesiapan untuk Asian Games, Kemenhub dan Pemprov DKI membentuk tim khusus untuk membahas pembangunan di bidang transportasi.
Tim khusus tersebut dibentuk untuk menghindari birokrasi yang berbelit, juga bertugas sebagai koordinator antara Pemprov DKI dan Kementerian Perhubungan.
"Kami sepakat berkoordinasi membentuk panitia kecil membahas DKI," kata Budi Karya.
Di antara hal yang dibahas tim kecil tersebut ialah soal pembangunan moda raya terpadu (MRT), light rail transit (LRT), dan rencana pembangunan elevated loop line di tiap perlintasan tak sebidang yang dilalui kereta.
Di kesempatan berbeda, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Iskandar Abubakar mengkritik pembangunan LRT yang tidak berkonsep integrasi antarmoda.
Pemerintah seharusnya segera membuat jaringan angkutan massal yang terintegrasi agar masyarakat mau meninggalkan kendaraan pribadi.
"Kami meninjau proyek LRT Jakarta, dari depo di Kelapa Gading sampai Velodrom Rawamangun, itu minim fasilitas integrasinya. Salah satunya fasilitas integrasi untuk angkutan online," ujar Iskandar.
Jika tidak dibuat fasilitas tempat khusus, kehadiran angkutan daring justru membuat kondisi sekitar depo LRT semrawut dan kemacetan tak bisa dihindari. (Nic/Mal/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved