Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dilarang Masuk ke Negara Kelahiran

MI
28/11/2015 00:00
Dilarang Masuk ke Negara Kelahiran
(AP/Kin Cheung)
SEDIANYA Anastasia Lin, 25, melanjutkan penerbangan ke Tiongkok. Namun, dia tidak diizinkan masuk ke pesawat menuju Tiongkok daratan di Hong Kong, kemarin. Otoritas setempat tidak menjelaskan alasannya secara detail. Pejabat Tiongkok hanya menjelaskan via telepon bahwa Lin tidak bisa masuk ke wilayah Tiongkok daratan.

Menurut Lin pada jumpa pers yang digelar di Bandara Hong Kong, kemarin, "Saya yakin pemerintah Tiongkok marah kepada saya karena pekerjaan saya yang menyoroti isu-isu hak asasi."

Lin yang berdarah Tiongkok itu ialah Miss World Canada 2015. Dia memenangi mahkotanya pada Mei lalu. Semestinya Lin mewakili Kanada dalam kontes kecantikan Miss World di kota resor Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok, yang digelar 19 Desember mendatang. Nyatanya perjalanan Lin terhenti.

Pada jumpa pers, Lin mendesak media massa untuk menanyakan kepada pemerintah Tiongkok soal perlakuan yang dia terima.

"Tanyakan apakah mereka juga akan melarang atlet Olimpiade untuk berpartisipasi dalam Olimpiade pada musim dingin mendatang hanya karena mereka memiliki pandangan berbeda dari Partai Komunis?" paparnya.

Lin dikenal juga sebagai aktris sekaligus pegiat hak asasi manusia. Sejumlah film yang dia bintangi bertemakan isu-isu yang dipandang sensitif di Tiongkok, termasuk soal korupsi dan tekanan bagi sejumlah keyakinan.

Lin sendiri merupakan praktisi Falun Gong yang disebut sebagai keyakinan yang terinspirasi Buddha. Sejak 1999, praktik Falun Gong dilarang pemerintah Tiongkok.

Pada Juli lalu, Lin juga memberikan kesaksian di sidang dengar pendapat Kongres AS soal isu persekusi keyakinan di Tiongkok. Di situ, Lin menyatakan, "Saya bersuara atas nama orang-orang di Tiongkok yang dipukuli, dibakar, juga disetrum, karena mereka membela kepercayaan yang mereka yakini."

Lin pun pernah mengutarakan sejumlah agen keamanan Tiongkok mendatangi ayahnya yang tinggal di Tiongkok. Menurut Lin, ayahnya diminta para agen pemerintah itu untuk memberi tahu Lin supaya menyetop kegiatan advokasi soal hak asasi manusia yang kerap ia lakukan.

Waktu Lin memenangi kontes Miss World Canada, kisah Lin, ayahnya itu sangat bangga. Sang  ayah menerima ratusan ucapan dari orang-orang. Namun, dua hari berselang, lanjut Lin, nada suara ayahnya berubah sama sekali.

"Dia terdengar gugup. Dia bilang saya harus menghentikan advokasi saya soal hak asasi manusia di Tiongkok. Jika tidak, dia tidak punya pilihan selain memutus hubungan dengan saya," tutur Lin yang kelahiran Tiongkok dan pindah ke Kanada pada usia 13 tahun bersama ibunya. (AFP/BBC/Deri Dahuri/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya