Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

AS Khawatirkan Misil S-400

AFP/Xinhua/Aya/Hym/X-5
27/11/2015 00:00
AS Khawatirkan Misil S-400
(Sumber: Rianovosti/L-1/Grafis: Seno)

LANGKAH Rusia mengerahkan sistem pertahanan teknologi tinggi misil S-400 di Suriah membuat militer Amerika Serikat (AS) khawatir.

Pasalnya, misil tersebut mampu menyerang hingga radius 400 kilometer, artinya bisa memasuki wilayah Turki sehingga mengancam pesawat koalisi pimpinan AS.

"Ini sistem senjata yang memiliki potensi mengancam siapa pun," kata pejabat AS yang merahasiakan identitasnya.

"Ada kekhawatiran yang besar terkait operasi udara di Suriah," tambahnya.

Namun demikian, pejabat AS lain, yang juga tidak ingin disebut identitasnya, mengatakan S-400 seharusnya tidak memengaruhi penerbangan koalisi.

"Kami tidak akan mengganggu operasi (Rusia) dan mereka tidak akan mengganggu kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk menargetkan satu sama lain," katanya.

Rusia mengirim misil mematikan tersebut ke Suriah sebagai bentuk perlindungan pertahanan militer mereka setelah insiden penembakan pesawat tempur SU-24 oleh pesawat F-16 Turki, Selasa (24/11).

"Misil S-400 akan ditempatkan di pangkalan udara Khmeimim di Suriah," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

Penempatan misil itu sebagai bagian respons Rusia atas aksi militer Turki terhadap pesawat mereka.

Langkah lain yang diambil Kremlin ialah mengirim kapal perang serta menghentikan impor pangan dari Turki serta mengimbau warganya tidak bepergian ke negara tersebut.

Sebelumnya, dalam pekan terakhir Rusia mengirim lebih dari 30 Tank T-90 dan T-72 ke Latakia.

Belum jelas apakah akan digunakan militer Rusia atau disiapkan untuk mempersenjatai loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pada bagian lain, Turki menyatakan pihaknya tidak mengetahui bahwa pesawat yang ditembak milik Rusia. Itu dilakukan setelah tidak ada jawaban dari 10 kali peringatan terkait dengan pelanggaran wilayah udara.

Angkatan Bersenjata Turki pun telah berbicara lewat telepon dengan pejabat Rusia di Moskow dan menyatakan siap untuk semua jenis kerja sama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya