Kamis 26 Januari 2023, 09:17 WIB

IBM Pecat 3.900 Karyawan

Cahya Mulyana | Internasional
IBM Pecat 3.900 Karyawan

ceotodaymagazine.com.
IBM

 

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), International Business Machines (IBM) mengumumkan akan menghilangkan sekitar 3.900 atau 1,5% tenaga kerjanya secara global. Kabar ini menambah panjang daftar perusahaan serupa yang memangkas jumlah pegawai.

"Pengurangan akan mencapai angka rata-rata 3.900 orang," kata Kepala Keuangan James Kavanaugh.

Keputusan IBM ini menyasar unit Kyndryl dan Watson Health yang akan merugikan perusahaan US$300 juta. IBM masih mengharapkan untuk mempekerjakan di area dengan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

“Tidak seperti banyak perusahaan lain selama dua hingga dua setengah tahun terakhir yang mempekerjakan puluhan dan ribuan orang. Kami memanfaatkan digitalisasi, otomatisasi kecerdasan buatan, yang mendorong efisiensi, tetapi kami berkomitmen untuk merekrut untuk penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan klien,” dia berkata.

Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan pada pertengahan satu digit dengan mata uang konstan, lebih lemah dari 12% yang dilaporkan tahun lalu. IBM pada Oktober menandai kelemahan dalam pemesanan baru di Eropa Barat sementara rekan Accenture juga mencatat kelemahan dalam bisnis konsultasinya.

Cognizant Technology Solutions Corp pada November memangkas perkiraan 2022 karena mundurnya kontrak. Meski begitu, Mr Kavanaugh mengatakan bahwa perusahaan melihat bisnis konsultasinya tumbuh dalam hal pengeluaran cloud.

Penandatanganan kesepakatannya berlipat ganda pada 2022 untuk menyiapkan layanan dengan mitra seperti AWS Amazon.com dan Microsoft Azure. Pendapatan cloud hybridnya naik 2% menjadi US$6,3 miliar pada kuartal yang berakhir 31 Desember.

Total pendapatan adalah US$16,69 miliar pada periode tersebut, dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar US$16,40 miliar, menurut Refinitiv.

Perusahaan berusia 110 tahun itu, yang menghasilkan lebih dari separuh pendapatannya di luar AS, mengatakan pihaknya mengharapkan dampak valuta asing yang netral pada bisnisnya tahun ini karena dolar AS melemah. Ini membukukan hit forex lebih dari US$1 miliar selama kuartal keempat. (Straits Times/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Ludovic MARIN

Demi Dukungan Publik, Macron Siap Ubah Batas Pensiun

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 20:20 WIB
Macron berusaha mencari dukungan untuk melawan rivalnya menjelang debat...
AFP/HO/Angkatan Laut Brasil

Brasil Kubur Kapal Induk Eks Prancis di Samudra Atlantik

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:50 WIB
Keputusan menenggelamkan kapal induk yang diberi nama Sao Paulo karena gagal menemukan pelabuhan yang bersedia menampung kapal...
AFP

Tiongkok Kecam Penembakan Balon Udaranya oleh Amerika

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 12:58 WIB
Beijing mengatakan Amerika Serikat bersikeras menggunakan kekuatan, jelas bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya