Rabu 08 September 2021, 23:47 WIB

Tiongkok Larang Pengajar Bimbel Berikan Materi Secara Daring

Mediaindonesia.com | Internasional
Tiongkok Larang Pengajar Bimbel Berikan Materi Secara Daring

article19.org
Ilustrasi

 

Pemerintah Tiongkok pada Rabu (8/9) melarang pengajar bimbingan belajar (bimbel) privat untuk memberikan materi secara daring atau di tempat-tempat tak terdaftar seperti gedung permukiman, hotel dan kedai kopi.

Langkah itu diambil sebagai upaya untuk menghapus semua layanan bimbel yang hanya mengejar keuntungan.

Pihak berwenang tahun ini melarang penyedia bimbel memberi mata pelajaran dasar dalam kurikulum sekolah untuk mengurangi beban siswa dan orang tua.

Sistem pendidikan tinggi yang penuh persaingan telah membuat jasa bimbel populer di kalangan orang tua, namun pemerintah telah mencari cara untuk mengurangi beban biaya untuk membesarkan anak.

Upaya itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Tiongkok dalam hal angka kelahiran.

Media melaporkan pekan ini, orang tua dan pengajar bimbel dengan berbagai cara berusaha menyiasati peraturan, termasuk bagaimana sejumlah agensi mengiklankan pengajar bimbel tatap-muka yang penghasilannya per bulan bisa mencapai 30.000 yuan (Rp66,3 juta).

"Di sejumlah tempat, bimbel telah beralih ke 'bawah tanah' atau ditawarkan dengan 'bungkus' yang berbeda untuk menyiasati peraturan," kata Menteri Pendidikan dalam pernyataan yang mengumumkan larangan itu.

"Hal ini telah berdampak pada implementasi kebijakan."

Tindakan tegas terhadap bimbel telah mengguncang saham-saham perusahaan penyedia layanan tersebut, termasuk New Oriental Education & Technology Group and Gaotu Techedu Inc, di bursa Hong Kong dan New York.

Kementerian mengatakan pusat-pusat bimbel di luar sekolah yang menawarkan bimbingan pada mata pelajaran kurikulum harus memiliki izin, beroperasi di tempat yang terdaftar dan memiliki staf pengajar yang berkualifikasi.

Beragam upaya untuk menyiasati peraturan tersebut sudah dilakukan, termasuk mempekerjakan pengajar pribadi berkedok "layanan tata graha", "komunikasi budaya", atau "bimbingan secara langsung" (live-in), dan membuka kelas dengan nama "perkemahan musim panas" atau "wisata belajar", kata kementerian.

Kementerian juga mengatakan institusi pendidikan luring juga tidak akan diizinkan menggelar bimbingan belajar lewat aplikasi pesan instan, konferensi video atau platform siaran langsung via internet. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Ahmad GHARABLI / AFP

Israel Kembali Hancurkan Rumah Warga Palestina di Jerusalem Timur

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:59 WIB
POLISI Israel menghancurkan rumah keluarga Palestina dan menangkap sedikitnya 18 orang saat mereka melakukan perintah pengusiran di Wilayah...
AFP/Marty MELVILLE

Antisipasi Omikron, Selandia Baru Bersiap Perketat Pembatasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pembatasan akan diperketat jika ada penularan virus korona varian Omikron di tengah...
MINISTRY OF DEFENCE REPUBLIC OF BELARUS / AFP

Presiden AS Joe Biden Menduga Rusia akan Serang Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:19 WIB
Komentar Presiden AS itu muncul saat Rusia mengerahkan lebih dari 100 ribu tentara di perbatasan dengan Ukraina selama beberapa bulan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya