Sabtu 12 Juni 2021, 08:32 WIB

Filipina Dinyatakan Bebas Polio

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Filipina Dinyatakan Bebas Polio

AFP/ Ted ALJIBE
Petugas meneteskan vaksin polio ke mulut seorang anak di San Jose Del Monte, Provinsi Bulacan, Filipina.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Filipina kembali bebas polio. Polio muncul kembali di negara itu pada 2019, hampir dua dekade setelah kasus terakhirnya terdeteksi, sehingga memicu upaya nasional untuk mengimunisasi jutaan anak terhadap penyakit yang melumpuhkan itu.

Setidaknya 17 orang terinfeksi, tetapi otoritas kesehatan mengatakan mereka belum mendeteksi virus pada anak atau lingkungan selama 16 bulan terakhir.

"Kami merayakan kebebasan dari polio," kata perwakilan WHO di Filipina Rabindra Abeyasinghe.

Baca juga: Kasus Masih di Atas 5 ribu, Malaysia Perpanjang 'Total Lockdown'

Lebih dari 80% anak-anak yang tidak divaksinasi, telah diimunisasi dalam upaya nasional, yang menurut Abeyasinghe cukup untuk menghentikan transmisi.

Wabah 2019 dimulai tidak lama setelah demam berdarah yang mematikan dan epidemi campak serta ketika cakupan vaksinasi turun sebagian karena peluncuran suntikan demam berdarah yang gagal beberapa tahun sebelumnya.

Polio sangat menular dan dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Tidak ada obat yang diketahui.

Virus yang muncul kembali di Filipina telah bermutasi secara genetik dari strain polio liar yang dilemahkan yang terkandung dalam vaksin oral yang digunakan di seluruh dunia untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Pejabat kesehatan Filipina berharap keberhasilan upaya vaksinasi polio akan direplikasi dalam peluncuran vaksin covid-19.

Hanya sekitar 1,6 juta orang, atau lebih dari 1% dari populasi, telah divaksinasi penuh terhadap penyakit ini.

Kecepatan glasial telah disalahkan pada kekurangan pasokan dan ketakutan akan keamanan vaksin.

"Kami memiliki banyak survei yang menunjukkan bahwa kepercayaan vaksin rendah, tetapi kampanye (polio) ini telah membuktikan sebaliknya," kata Wakil Menteri Kesehatan Rosario Vergeire.

“Mudah-mudahan kegiatan dan upaya semacam ini akan paralel dan terpola ketika kita melakukan vaksinasi covid-19 dan ketika persediaan sudah siap,” tandasnya. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

brookings.edu

Tiongkok Minta Hentikan Membesar-Besarkan "Teori Ancaman Tiongkok"

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 18:00 WIB
Presiden AS yang baru telah mendesak sesama pemimpin NATO untuk menentang otoritarianisme...
AFP/Ian Willms.

Sopir Truk Tabrak Keluarga Muslim Kanada Didakwa Teroris

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 15 Juni 2021, 17:43 WIB
Perdana Menteri Justin Trudeau mengategorikan serangan ini sebagai tindakan...
AFP/STR.

Utusan Myanmar untuk PBB Inginkan Langkah Efektif Antijunta

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 15 Juni 2021, 17:36 WIB
Ia pun telah diturunkan jabatannya oleh junta, tetapi ia menolak hal...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya