Rabu 02 Desember 2020, 02:00 WIB

Wisconsin dan Arizona Konfi rmasi Kemenangan Biden

Wisconsin dan Arizona Konfi rmasi Kemenangan Biden

AFP
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden

 

KETUA Komisi Pemilihan Wisconsin telah mengonfirmasikan hasil pemilihan setelah penghitungan ulang di dua kabupaten pada Senin (30/11). Hasil pemilu tersebut membawa presiden terpilih dari Partai Demokrat Joe Biden lebih dekat ke kemenangan resmi electoral college di negara bagian.

Kemenangan Biden di Arizona juga dikonfirmasikan pada Senin yang semakin memperkuat keunggulannya, sementara Donald Trump terus membuat klaim penipuan suara yang tidak berdasar.

“Pemilihan ini dilakukan dengan transparan, akurat, dan adil sesuai dengan hukum Arizona dan prosedur pemilihan meskipun banyak klaim tidak berdasar yang bertentangan,” kata Sekretaris Negara Bagian Arizona Katie Hobbs dalam sertifikasi resmi akhir pemungutan suara.

Biden mengalahkan Trump dengan lebih dari 10.400 surat suara di negara bagian yang jumlah pemilihnya tinggi, dan pergeseran demografi memperlihatkan populasi pemilih muda Hispanik meningkat.

“Kemenangannya juga dapat dikaitkan dengan wanita pinggiran kota yang tertarik pada kemenangan-sentrisnya,” kata para ahli.

Sebelumnya, Pennsylvania resmi menyatakan kemenangan Biden pada 24 November. Biden telah melakukan proses transisi meski Trump dan tim suksesnya masih berupaya untuk membatalkan hasil pemilu.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan Scott Atlas mengundurkan diri dari jabatan penasihat khusus untuk Donald Trump setelah empat bulan menjadi kontroversi karena menyerang langkah-langkah kesehatan masyarakat berbasis sains dan berulang kali bentrok dengan anggota gugus tugas covid-19.

“Saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai penasihat khusus presiden Amerika Serikat,” kata Atlas dalam sebuah surat kepada Trump tertanggal 1 Desember 2020.

Atlas kemudian mengonfi rmasikan pengunduran dirinya dalam sebuah tweet

Atlas ialah neuroradiolog dan rekan di Institut Hoover sayap kanan Stanford, tempat dia bekerja di bidang kebijakan perawatan kesehatan. Dia tidak memiliki keahlian atau pengalaman dalam penyakit menular atau epidemiologi, tetapi tetap dipilih Trump untuk memberikan nasihat kepada Presiden tentang pandemi tersebut.

Atlas bergabung dengan Gedung Putih pada musim panas ini. Dia kemudian bentrok dengan ilmuwan pemerintah terkemuka, termasuk
Anthony Fauci dan Deborah Birx, karena menolak upaya yang lebih kuat untuk mengatasi pandemi. (Aiw/CNA/Theguardian/I-1)

Baca Juga

AFP

Berbeda dengan Trump, Kebijakan Biden Banyak Fokus pada Lingkungan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:24 WIB
Selama empat tahun masa jabatannya, Trump membatalkan sekitar 100 peraturan tentang iklim dan...
AFP

Hari Ini Mesir Luncurkan Vaksinasi Sinopharm

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 24 Januari 2021, 17:55 WIB
Negara terpadat di wilayah Arab itu menerima gelombang pertama vaksin Sinopharm pada Desember...
AFP/Heiko Junge

Temukan Varian Covid-19 Asal Inggris, Oslo Perketat Pembatasan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Januari 2021, 12:32 WIB
Dua penghuni panti jompo itu, keduanya berusia di atas 90 tahun, dipastikan tewas karena varian covid-19 asal Inggris...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya