Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN Presiden AS terpilih Joe Biden terhadap Asia Tenggara tidak akan mengalami perubahan yang substansial.
Pasalnya, Biden akan melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan oleh Barack Obama dan Donald Trump di kawasan Indo-Pasifik.
Hal itu disampaikan Peneliti Puslit Politik LIPI Dewi Fortuna Anwar dalam webinar yang bertajuk Peta Kebijakan Amerika Serikat di Asia Tenggara Pasca-Terpilihnya Biden.
"Kebijakan Biden terhadap Asia Tenggara ini ada continuity-nya, jadi tidak akan terjadi perubahan yang mendasar, dia akan melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan oleh Obama dan Trump," katanya, Kamis (12/11).
Kendati demikian, sambungnya, akan tetap ada perubahan kebijakan di bawah kepemimpinan mantan wakil presiden AS itu.
Menurutnya Biden memiliki dua kubu. Kubu yang satu terbilang lebih kooperatif, merupakan orang-orang era Obama yang mengutamakan kerja sama.
Sementara, kubu yang lainnya cenderung lebih garis keras. "Kemungkinan akan ada kebijakan campuran, kadang-kadang keras, kadang-kadang lebih lembut," katanya.
Perspektif AS dalam hal kebijakannya di Asia Tenggara, jelasnya, adalah terkait rivalitasnya dengan Tiongkok yang mulai muncul menjadi adidaya. Rivalitas AS-Tiongkok yang meningkat tersebut menyebabkan nilai strategis Asia Tenggara juga meningkat.
"Terlepas siapapun Presiden AS walaupun gayanya berbeda, tapi esensi dari kebijakan AS di Asia Tenggara adalah untuk mencari dukungan dalam menghadapi RRT," katanya.
Biden juga akan mencegah jangan sampai Tiongkok mengambil alih kepemimpinan di kawasan Indo-Pasifik. "AS ingin menarik Asia Tenggara ke sisinya atau setidaknya jangan sampai menjadi pro RRT," tambahnya.
Meski AS melihat kepentingannya di Asia Tenggara dalam kaitannya dengan Tiongkok, menurut Dewi, itu memberikan peluang sekaligus tantangan bagi Asia Tenggara. "Asia Tenggara dapat mengkapitalisasi perhatian AS yang meningkat, tapi ada risiko Asia Tenggara bisa ditekan dan terseret konflik," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Peneliti Puslit Politik LIPI Siswanto mengatakan bahwa Biden akan memperbaiki kebijakannya terkait perang dagang dengan Tiongkok. Meski akan ada kompromi, menurutnya, itu tidak akan merugikan kepentingan AS.
"Akan ada kompromi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan," tambahnya.
Terkait eksistensi Indo-Pasifik, dikatakannya, kebijakan di era Biden cenderung akan berbeda dengan kebijakan Trump. "Biden cenderung mengarah pada kerja sama ketimbang konfrontatif. Ini akan menguntungkan pemikiran yang dikembangkan Indonesia," tandasnya. (OL-8)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved