Kamis 17 September 2020, 22:50 WIB

Perekonomian Selandia Baru Memasuki Resesi

Mediaindonesia.com | Internasional
Perekonomian Selandia Baru Memasuki Resesi

AFP/Marty MELVILLE
Ilustrasi : Warga berjalan-jalan di Kota Wellington, Selandia Baru.

 

Perekonomian di Selandia Baru memasuki resesi setelah nilai produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II turun 12,2 persen — tidak jauh dari perkiraan para ekonom 12,8 persen.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/326056-selandia-baru-batasi-kepulangan-warga-negara

PDB Selandia Baru turun 12,4 persen (year-on-year) akibat lumpuhnya kegiatan bisnis selama pandemi covid-19, demikian data resmi pemerintah, Kamis (17/9).

Nilai PDB pada kuartal II 2020 jadi angka terendah yang pernah tercatat di Selandia Baru.

Bank Sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand, lewat pernyataan tertulisnya bulan lalu, memperkirakan nilai PDB per kuartal dan per tahun akan turun sekitar 14 persen.

Nilai pertumbuhan juga akan terdampak oleh kebijakan karantina yang menyebabkan sebagian besar kegiatan ekonomi di Selandia Baru terhenti. Otoritas di Selandia Baru pada April 2020 sampai medio Mei memaksa sebagian besar warga tetap berada di rumah dan meminta pelaku usaha non-esensial libur sementara.

Jatuhnya nilai PDB menjadi bukti Selandia Baru tengah menghadapi resesi terburuk sejak 2010. PDB di Selandia Baru juga turun 1,6 persen pada kuartal I. Dengan demikian, teknisnya, Selandia Baru resmi menghadapi resesi karena mengalami kontraksi dua kuartal berturut-turut.

Jika dibandingkan dengan negara lain, PDB di Australia juga turun tujuh persen, sementara di AS turun sampai 9,1 persen.

Walaupun demikian, sejumlah ekonom memprediksi perekonomian di Selandia Baru akan cepat pulih, sementara negara lain masih akan berupaya menanggulangi wabah covid-19.

“Kami berharap anjloknya nilai PDB pada kuartal II akan diikuti oleh kenaikan pada kuartal III,” kata Ekonom Senior Westpac, Michael Gordon.

Pemerintah Selandia Baru mengatakan jika pihaknya berhasil mengendalikan wabah, maka pemulihan akan berlangsung lebih cepat.

Lembaga keuangan negara pada Rabu (16/9) memprediksi tingginya nilai utang dan berbagai hambatan yang terjadi akibat pandemi akan menghambat pemulihan ekonomi, meskipun Selandia Baru telah cukup cepat dan tanggap menanggulangi penyebaran penyakit.

Sejumlah ekonom mengatakan pengumuman nilai PDB pada kuartal II itu tidak banyak berpengaruh pada kebijakan Bank Sentral.

Bank Sentral pada pertemuan 25 September diperkirakan akan menahan nilai suku bunga pada kisaran 0,25 persen. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Trump Tinggalkan 'Wasiat' untuk Biden

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:52 WIB
Trump tidak memasuki Oval Office tetapi meninggalkan pesan pada seorang ajudan sebelum meninggalkan kediaman eksekutif sekitar pukul 8...
AFP/Brendan Smialowski

Jelang Biden Dilantik, Mahmakah Agung AS Diancam Diledakkan

👤Widhoroso 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:32 WIB
Gedung Mahkamah Agung AS dapat ancaman bom....
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Pabrik Tempe Pertama RI Resmi Dibangun di Tiongkok

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:01 WIB
Pabrik tempe tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Tiongkok yang dikatakan cukup besar untuk mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya