Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara menuntut pengembalian kapal kargo yang disita Amerika Serikat (AS) pekan lalu, karena dianggap melanggar sanksi internasional. Kendati demikian, tindakan AS juga dinilai melawan ketentuan hukum dan melewati batas.
Pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman AS menyatakan telah mengambil alih kapal angkut berukuran besar, M/V Wise Honest. Kapal itu sebelumnya pernah ditahan otoritas Indonesia, mengacu kegiatan pelanggaran sanctions-busting.
Baca juga: Indonesia Ingin Ciptakan Hubungan Dagang dengan Amerika Latin
Kasus penahanan kapal kargo Korea Utara oleh otoritas AS, merupakan kali pertama. Setelah beberapa tahun bak kucing dan tikus, di mana pengirim barang asal Korea Utara sengaja menyamarkan kapal. Mereka juga menggunakan bendera palsu dan mematikan transponder agar tidak terdeteksi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menekankan pihaknya mengecam tindakan AS. Penangkapan kapal milik Korea Utara dianggap merusak semangat pernyataan bersama yang ditandatangani Pemimpin Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump, pada pertemuan puncak di Singapura tahun lalu.
"AS melakukan tindakan yang melanggar hukum. Keterlaluan sekali karena mereampas kapal kargo kami. Bahkan, mengaitkan kapal tersebut dengan resolusi sanksi Dewan Keamanan PBB," tutur juru bicara melalui pernyataan yang dirilis kantor berita KCNA.
Pemerintah Korea Utara meyakini penahanan tersebut merupakan upaya AS, membuat Pyongyang bertekut lutut dalam tekanan maksimum.
"AS harus memikirkan konsekuensi negatif yang mungkin bisa terjadi pada perkembangan masa depan. Mereka seharusnya segera mengembalikan kapal kami," tegas pernyataan juru bicara.
Seperti diketahui, Korea Utara mendapat sanksi di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir dan misil. Meski Korea Utara sempat mencabut beberapa tuntutan utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) putaran kedua di Hanoi, namun pertemuan bilateral dengan AS itu berakhir tanpa kesepakatan.
Pengumuman penahanan kapal oleh otoritas AS, mengemuka di tengah ketegangan uji coba peluncuran rudal jarak pendek Pyongyang pada pekan lalu. (AFP/OL-6)
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Eskalasi Timur Tengah 2026: AS siapkan 3.000 pasukan elit lintas udara. Trump kirim 15 poin proposal damai lewat Pakistan saat Iran serang pangkalan AS
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
Arab Saudi izinkan AS gunakan pangkalan King Fahd untuk serang Iran. Simak kronologi pergeseran sikap Riyadh dan tawaran damai Pakistan di sini.
IHSG ditutup menguat tajam 2,75% ke level 7.302 pada Rabu (25/3/2026). Penguatan dipicu optimisme damai AS-Iran lewat proposal 15 poin yang mendorong koreksi harga minyak
Dirjen IAEA Rafael Grossi mengonfirmasi dialog AS-Iran di Islamabad akhir pekan ini. Pembicaraan akan fokus pada rudal, milisi, dan skema alternatif meredam konflik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved