Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Konsulat Tiongkok di Pakistan Diserang, Dua Polisi Tewas

Tesa Oktiana Surbakti
23/11/2018 18:40
Konsulat Tiongkok di Pakistan Diserang, Dua Polisi Tewas
(ASIF HASSAN/AFP)


SEKELOMPOK orang bersenjata menyerang Konsulat Tiongkok di Karachi, Pakistan, pada Jum'at (23/11). Serangan kelompok separatis yang menuding Tiongkok sebagai penindas, menewaskan dua petugas kepolisian.

Otoritas Pakistan menyatakan pengamanan di sekitar gedung konsulat langsung diperketat pascaserangan. Sebelumnya, serangkaian serangan menyasar sejumlah warga Tiongkok, termasuk pekerja yang teribat dalam proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar AS di Pakistan.

Javaid Alam Odho, petugas kepolisian setempat, mengisahkan kronologi kejadian. Beberapa pria bersenjata berusaha memasuki gedung konsulat yang berlokasi di wilayah selatan.

Namun, upaya mereka dihalangi petugas di pos pemeriksaan. Tidak lama kemudian, tembakan pun meletus yang menewaskan dua petugas. Salah satu penyerang diketahui memakai rompi bom bunuh diri yang untungnya tidak sampai meledak.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi menegaskan seluruh tindakan terorisme harus dibasmi. "Kelompok teroris berusaha menerobos ke dalam Konsulat Tiongkok. Petugas keamanan dan kepolisian sudah berhasil menguasai teroris tersebut. Kami pastikan situasi di kedutaan aman, pengawasan terus berjalan," ujar Qureshi.

Belakangan diketahui, serangan dilakukan oleh kelompok militan separatis yang berasal dari Balochistan, provinsi di barat daya Pakistan, yang menjadi lokasi proyek investasi raksasa Tiongkok.

"Kami yang melakukan serangan ini. Aksi kami masih akan berlanjut. Kami melihat Tiongkok sudah seperti penindas, sama dengan pasukan Pakistan," ucap juru bicara tentara pembebasan Balochistan (BLA), Geand Baloch, kepada AFP melalui sambungan telepon dari lokasi yang tidak bisa terdeteksi.

BLA merupakan salah satu kelompok militan yang berbasis di Balochistan, provinsi terbesar sekaligus termiskin di Pakistan. Wilayah itu dipenuhi dengan kelompok pemberontak, pengikut ajaran sekte dan etnis tertentu. Meski balochistan dikenal menyimpan kekayaan sumber daya alam, namun penduduknya tidak pernah merasakan nikmatnya. Masyarakat Balochistan sudah lama mengeluhkan persoalan tersebut.

Tiongkok yang masuk dalam jajaran mitra terdekat Pakistan menggulirkan investasi miliaran dolar AS ke negara Asia Selatan selama beberapa tahun terakhir. Proyek infrastruktur raksasa yang tengah digarap ialah menghubungkan provinsi barat Xinjiang dengan pelabuhan Laut Arab di Gwadar, Balochistan.

Proyek tersebut bagian dari Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC), sekaligus salah satu proyek terbesar dalam prakarsa One Belt and One Road. Prakarsa itu mencakup jaringan infrastruktur jalan dan jalur laut dengan melibatkan 65 negara.

Dengan Pakistan berpartisipasi dalam proyek raksasa yang diusung Tiongkok, jelas menghadirkan tantangan besar. Mulai dari potensi korupsi endemik hingga pemberontakan di beberapa daerah yang menjadi jalur lintasan koridor. Subjek manfaat ekonomi dari CPEC sangat sensitif di beberapa area lintasan koridor, khususnya Balochistan.

Sejak dimulainya proyek, kelompok militan kerap menyerang lokasi konstruksi, meledakkan jaringan pipa gas dan sarana kereta api, hingga melukai pekerja asal Tiongkok.

Pada Agustus lalu, tiga warga negara Tiongkok mengalami luka berat dalam serangan bunuh diri dalam sebuah bus. Kelompok teroris yang diklaim BLA, sudah mengintai bus yang membawa para insinyur Tiongkok yang bekerja di sebuah proyek pertambangan di Balochistan.

Dalam hal ini, Tiongkok meyakini militer Pakistan akan pasang badan untuk menyelesaikan masalah yang menghambat jalannya proyek. Pakistan menaruh curiga terhadap peranan negara tetangga, yang mendanai sekaligus mempersenjatai kelompok separatis di Balochistan. Termasuk, menargetkan penghancuran proyek-proyek pembangunan yang berkaitan dengan CPEC.

Pasukan keamanan Pakistan sudah memperketat pengawasan yang kerap berujung pada kekerasan, namun serangan tetap saja membayangi.(AFP/A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya