Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Menlu Saudi Berang Putra Mahkota Terus Disudutkan

Tesa Oktiana Surbakti
22/11/2018 20:55
Menlu Saudi Berang Putra Mahkota Terus Disudutkan
((Photo by Fayez Nureldine / AFP))

MENTERI Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menilai sorotan terhadap kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi cenderung menjatuhkan Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Mulai dari tudingan keterlibatan, hingga keniscayaan Putra Mahkota tidak akan berhasil memegang takhta kepemimpinan.

Dalam wawancara pada Rabu (21/11) waktu setempat, Jubeir menegaskan seruan agar Putra Mahkota bertanggung jawab atas pembunuhan sadis, sudah melampaui batas. "Kami tidak bisa menoleransi diskusi apapun yang meremehkan Raja Salman atau Putra Mahkota," cetus Jubeir kepada BBC.

Senada, kepada jaringan CNBC, Jubeir gigih membela Putra Mahkota meski Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) menyimpulkan besar kemungkinan bahwa Putra Mahkota menjadi otak pembunuhan. "Sudah sangat jelas, seperti yang sering ditegaskan, pemerintah Arab Saudi sama sekali tidak terlibat dalam kasus tersebut. Begitu juga dengan Putra Mahkota," tegas Jubeir.

Disinggung mengenai pemberitaan Reuters pekan ini, Jubeir juga tidak kalah berang. Dia menepis tudingan yang diklaim mengacu pengakuan sejumlah sumber di pemerintahan, bahwa kasus pembunuhan Khashoggi dapat menghentikan langkah Pangeran Muhammad bin Salman naik takhta setelah ayahnya lengser.

"Pernyataan yang berkembang belakangan ini sungguh keterlaluan. Sama sekali tidak dapat diterima. Kerajaan Arab Saudi berkomitmen penuh dalam menjalankan kepemimpinannya," jelas Jubeir kepada CBS.

Terhadap sanggahan yang digulirkan pemerintah Saudi, Reuters kukuh mempercayai keterangan dari sumber yang dirahasiakan.

Khashoggi, kolumnis The Washington Post yang kerap mengkritik kebijakan Putra Mahkota dinyatakan hilang setelah memasuki gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Setelah dilakukan penyelidikan, dia dilaporkan tewas terbunuh dengan jasad telah dimutilasi.

Pemerintah Saudi cukup lama menepis segala tudingan yang mengarah pada keterlibatan pembunuhan Khashoggi. Namun narasi berubah lagi, pemerintah Saudi akan bertanggung jawab dengan menghukum 21 orang yang terlibat dalam operasi berdarah.

"Sebenarnya sudah jelas bahwa kami tetap fokus menajalankan penyelidikan. Dan kami akan bertanggung jawab atas kasus tersebut," imbuh Jubeir.

Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump pada Selasa lalu, mengatakan AS tidak akan mengambil langkah atau menjatuhkan sanksi tertentu kepada kerajaan, maupun Putra Mahkota, menyusul keluarnya kesimpulan CIA mengenai kematian Khashoggi.

Trump kembali menekankan AS berniat menjaga kemitraan dengan Saudi, meski tidak mengenyampingkan kemungkinan Putra Mahkota memberikan instruksi untuk menghabisi nyawa jurnalis kawakan tersebut. Lebih lanjut, Trump menambahkan pihaknya tidak berniat membatalkan perjanjian kerja sama bernilai miliaran dolar AS dengan Saudi.

"Jika kita gegabah membatalkan kontrak (kerja sama) tersebut, Rusia dan Tiongkok akan mengambil keuntungan," tegas Trump.

Trump bahkan memuji peranan Saudi dalam menjaga harga minyak dunia tetap rendah. (Aljazeera/A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya