Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Facebook dan Google Dituduh Praktik Antipersaingan

Denny Parsaulian
03/5/2018 21:33
Facebook dan Google Dituduh Praktik Antipersaingan
(AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

RUPERT Murdoch's News Corporation menuduh Facebook dan Google melakukan praktik anti-persaingan. Tuduhan antipersaingan ini merupakan satu dari lusinan tuduhan terhadap raksasa teknologi yang dirilis Kamis (3/5) oleh pengawas persaingan Australia.

Sebanyak 57 perusahaan media, pengiklan, dan kelompok jurnalis mengajukan kasus mereka untuk mengubah operasi para raksasa internet itu. Seperti dilaporkan Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC).

News Corp, grup surat kabar utama negara itu, dengan pesaing utamanya Fairfax Media, dan penyiar komersial memimpin pengajuan tuduhan ini dengan alasan dominasi Facebook dan Google terhadap iklan digital secara signifikan merusak industri berita.

"Sejumlah platform digital memiliki kekuatan pasar yang besar dan terlibat dalam praktik anti-persaingan yang mencegah penerbit seperti News Corp Australia bersaing secara manfaat," kata perusahaan itu dalam laporan setebal 144 halaman.

"Praktik-praktik ini berpotensi merusak penciptaan, distribusi, dan konsumsi berita dan jurnalisme di Australia."

Murdoch dan eksekutif lain dari perusahaan, yang memiliki The Wall Street Journal dan Times of London, telah lama menghubungi Facebook dan Google untuk 'mengatur aturan permainan' dan membayar perusahaan berita untuk konten mereka.

Kelompok ini berhenti menuntut regulasi Facebook dan Google dengan mengatakan undang-undang saat ini mungkin cukup untuk menangani masalah mereka. "Namun, mungkin juga diperlukan beberapa intervensi legislatif, peraturan dan atau kebijakan atau perubahan lebih lanjut."

Fairfax mengeluh pendapatan iklan mereka turun dari Aus$ 800 juta (US$600 juta) pada 1999 menjadi hanya Aus$225 juta (US$169m) pada 2017 karena Google dan Facebook menelan iklan digital. Akibatnya, kelompok itu telah merumahkan ratusan pekerjanya.

Dengan menjauhkan diri dari News Corp, Fairfax menentang aturan membayar untuk konten berita. Menurut Fairfax ini akan menjadi tidak praktis dan mengganggu independensi editorial.

Sementara saluran televisi utama Australia, yaitu Seven, Nine, dan Ten, menuntut kombinasi pembagian pendapatan dan regulasi yang lebih ketat dari iklan perusahaan teknologi.

"ACCC harus campur tangan untuk memastikan bahwa persaingan untuk pendapatan iklan terjadi dengan cara yang adil dan efektif," kata Jaringan 10.

Dalam pengajuannya ke ACCC bulan lalu, Facebook menentang pembuatan regulasi yang lebih ketat. Menurut Facebook, lanskap digital yang berubah dengan cepat membuat platform sebagai subjek yang menantang untuk diintervensi peraturan.

"Konsumen sering mendapat keuntungan besar yang disebabkan oleh perubahan teknologi. Dan bagi yang kalah, intervensi perlu dirancang untuk melindungi model bisnis tertentu dari dampak perubahan itu," katanya.

Google menambahkan bahwa perubahan dalam perilaku konsumen dan pemasaran memiliki implikasi mendalam untuk model bisnis berita tradisional. Tapi itu bukan berarti jurnalisme mati.

Komisi persaingan diharapkan mempublikasikan laporan awal pada Desember, dan laporan akhir pada tahun depan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya