Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

May Day di Paris Ricuh, 109 Pemuda Ditahan

Denny Parsaulian
02/5/2018 16:36
May Day di Paris Ricuh, 109 Pemuda Ditahan
( AFP PHOTO / Alain JOCARD)

POLISI Prancis menahan 109 orang pada Rabu (1/5) waktu setempat setelah melakukan protes keras saat May Day di Paris, Prancis. Polisi mengoreksi angka sebanyak 209 orang, yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb. Anak-anak muda yang bertudung membakar sebuah restoran McDonald dan beberapa kendaraan saat mereka bergabung dengan demonstran yang dipimpin serikat buruh 1 Mei untuk hak-hak pekerja.

Collomb, yang memberikan angka yang salah dalam wawancara televisi, berjanji untuk meningkatkan kebijakan di masa depan setelah protes ini. Pemerintah juga menghadapi tuduhan bahwa mereka telah tidak sadar menangkap 1.200 pembuat masalah.

"Untuk demonstrasi berikutnya akan ada lebih banyak lagi pasukan keamanan. Kali ini dengan maksud untuk memisahkan para pengunjuk rasa dari mereka yang datang untuk menghancurkan banyak hal," katanya kepada televisi France 2.

Presiden Emmanuel Macron, yang sedang berkunjung ke Sydney menyesalkan terjadinya kekerasan itu. "1 Mei adalah Hari Buruh, bukan hari para hooligan," katanya dalam konferensi pers. "Saya hanya bisa mengutuk lagi apa yang telah terjadi, dengan keteguhan terbesar."

Sambil berteriak "Bangkit, Paris!" dan "Semua orang membenci polisi!", pengunjuk rasa anti-kapitalis berjaket hitam dan bertopeng berusaha melakukan pawai di Paris dan mengamuk di sepanjang rute.

Mereka membakar restoran McDonald's dekat Stasiun Austerlitz, timur pusat kota, dan membakar kendaraan di sebuah dealer mobil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya